Monday, November 16, 2009

BKD Minahasa Tenggara Siapkan Lokasi Tes Tertulis

Setelah tahapan pengambilan nomor ujian selesai pada Sabtu (14/11) lalu, tahapan selanjutnya dalam proses penerimaan CPNS 2009 ini adalah pengadaan soal ujian tertulis yang menurut jadwal resmi bersama akan digelar pada 24 Nopember mendatang.

Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Mitra sendiri mulai mempersipakan berbagai lokasi yang nantinya akan dijadikan tempat pelaksa-naan ujian tertulis bagi para pelamar CPNS yang telah lulus seleksi berkas administrasi.

Kepala BKDD Mitra, Drs Robby Ngongoloy MSi mengatakan, ada sejumlah lokasi yang telah dibidik pihaknya untuk dijadikan lokasi ujian tertulis. “Yang kita siapkan antara lain Walei Wulan Lumintang, kemudian beberapa sekolah di Kecamatan Ratahan dan Kecamatan Belang,” katanya menjawab harian ini, akhir pecan lalu.

Menurut Ngongoloy, pihaknya juga telah mempersiapkan sedikitnya 5.269 kursi yang nantinya akan dipakai oleh para peserta ujian. “Kita siap dengan jumlah ini, namuan realisasinya akan dilihat perkembangan dan jumlah peserta yang mengambil nomor ujian,” terang mantan kepala inspektorat Mitra ini.

Sementara itu, kepadatan mobilitas warga di Ratahan selama beberapa hari di pecan lalu, terlihat seperti di luar biasanya. Hal ini disebabkan oleh ramainya para pelamar CPNS yang telah lulus seleksi berkasi administrasi melakukan pengambilan nomor ujian di ka ntor BKDD Mitra. Ribuan pelamar CPNS terlihat berkerumun di Kantor BKDD, tetapi juga ada yag di kantor pos Ratahan memastikan nama mereka ada dalam daftar pelamar yang lulus seleksi berkas administrasi.

Sayang, pengambilan nomor ujian sempat mendapat keluhan dari sejumlah pelamar CPNS. Pasalnya, loket pengambilan nomor yang dibuka BKDD hanya satu saja, padahal pela-mar CPNS yang harus dilayani mencapai ribuan.

“Harusnya BKDD membuka beberapa loket supaya pengambilan nomor ujian menjadi cepat terlayani,” kata salah seorang pelamar CPNS yang mengaku dari Tombatu.

Selain itu, ia juga mengeluhkan soal system pelayanan yang harus terhenti karena beberapa sebab. “Misalnya saja saat jam makan siang, harusnya panitia yang bertugas melayani pengambilan nomor ujian bergantian untuk keluar makan siang. Yang terjadi mereka keluar bersamaan sehingga pengambilan nomor ujian terpaksa ditutup sementara,” katanya.

Blog Archive