Web Hosting

Monday, November 30, 2009

KELENGKAPAN BERKAS CPNS PROVINSI SULAWESI UTARA

KELENGKAPAN BERKAS CPNS PROVINSI SULAWESI UTARA
  1. Fotocopy ijazah/STTB yang telah dilegalisir sesuai dengan ketentuan yang berlaku 2 rangkap;
  2. Dua set daftar riwayat hidup yang ditulis dengan tangan sendiri memakai huruf kapital/balok, tinta hitam dan ditandatangani serta telah ditempel pas foto ukuran 3x4 cm, sesuai dengan Keputusan Kepala BKN Nomor 11 Tahun 2002;
  3. Fotocopy bukti pengalaman kerja yang autentik dan dilegalisir bagi yang memiliki pengalaman kerja sebanyak 2 rangkap;
  4. Surat Keterangan Catatan Kepolisian yang dikeluarkan oleh pihak yang berwajib/POLRI sebanyak 2 rangkap;
  5. Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani dari Dokter sebanyak 2 rangkap;
  6. Surat keterangan tidak mengkonsumsi/menggunakan narkotika, psikotropika, prekursor, dan zat adiktif lainnya dari unit pelayanan kesehatan pemerintah sebanyak 2 rangkap;
  7. Pas foto ukuran 3x4 cm warna sebanyak 5 lembar.
  8. Surat Pernyataan sesuai dengan Keputusan Kepala BKN Nomor 11 Tahun 202 yang berisi tentang:
  • Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, karena melakukan suatu tindak pidana kejahatan;
  • Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Calon Pegawai Negeri/Pegawai Negeri atau diberhentikan degan hormat sebagai pegawai BUMN/BUMND atau pegawai swasta;
  • Tidak berkedudukan sebagai Calon Pengawai Negeri/Pegawai Negeri;
  • Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Republik Indonesia atau negara lain yang ditentukan oleh Pemerintah;
  • Tidak menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik.

Catatan:
Berdasarkan pengarahanan di ruang Huyula Ktr. Gubernur tanggal 1 Desember 2009, ada beberapa tambahan informasi, yaitu:
  • Semua dokumen dimasukkan dalam 2 map berbeda. Untuk Tenaga Kesehatan warna kuning, tenaga teknis warna biru, atlet warna merah
  • Latar untuk pas foto adalah BIRU
  • Disertakan juga transkrip nilai yang telah dilegalisir.
  • Periode pemasukan berkas adalah 1 s/d 10 Desember 2009


    Kisah Indah Peserta CPNS Yang Lulus

    Raymond Ingin Sekolahkan Adik, Susan Bantu Orang Tua
    Rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini, membawa berkah bagi Raymond Lembong dan Susan Barahama. Dua pelamar yang orang tuanya berprofesi tukang ojek dan tukang ini, lulus murni. Modalnya belajar dan berdoa.

    Laporan Angel Rumeen
    INGIN membalas jasa orang tua. Itulah alasan Raymond dan Susan, sehingga berusaha lulus sebagai PNS. “Saya ingin membalas semua perhatian dan jasa orang tua,” ujar Raymond singkat, saat ditanya alasan dia melamar CPNS. Apalagi ayah dan ibunya sangat antusias hingga membuatnya optimis.

    Saat dinyatakan lulus, Raymond mengaku tak menyangka. “Sangat kaget, padahal tak sedikit orang yang melamar untuk formasi itu,” katanya bersemangat. Raymond yang dinyatakan lulus sebagai operator komputer di Pemprov Sulut, sangat tahu imej buruk rekrutmen CPNS. “Kalau masalah calo ataupun lulus karena koneksi saya tahu. Saya hanya modal doa dan berusaha belajar,” ungkapnya tersenyum.

    Raymond yang ditemui di rumahnya kemarin, di kawasan Winuangan Kecamatan Tikala itu, memang sehari-hari terbiasa hidup sederhana. Sang ayah, Edmon Lembong hanya bekerja sebagai tukang ojek. Tanpa kenal lelah, sang ayah mati-matian menyekolahkan anaknya. “Orang tua saya berhasil menyekolahkan hingga D3,” tutur Raymond, yang pada 17 September lalu, baru menyelesaikan D3 Jurusan Teknik Komputer di Politeknik Manado.

    Di usianya yang baru akan menginjak 21 tahun pada 11 Desember itu, Raymond berhasil meyakinkan dirinya kalau dia mampu bersaing. “Saya mengurus berkas hingga ujian sendiri. Kami pun tak mengandalkan koneksi karena memang tak ada, atau calo karena kami memang tak mampu membayar,” kata Raymond yang saat diwawancarai ditemani sang ayah.

    Putra tertua dari dua bersaudara pasangan Edmond Lembong dan Ani Lontoh itu merasa punya tanggung jawab lebih. Apalagi adiknya masih duduk di bangku kelas 6 SD. “Ya semoga dengan menjadi PNS saya bisa membantu ekonomi keluarga, bahkan mungkin menyekolahkan Ronaldo, adik saya,” harapnya.
    Dia bertekad setelah menjalani kesulitan saat berjuang menjadi PNS, dia akan melakukan yang terbaik saat memang sudah mulai bertugas. “Itu komitmen saya, apa yang bisa saya lakukan akan saya perbuat dengan baik, karena banyak yang menginginkan profesi ini,” tandasnya mantap.

    Sang Ayah sebelumnya diam, tiba-tiba berbicara. “Kami sekarang sedang memikirkan bagaimana membeli seragam untuk Raymond nanti,” katanya, tapi tetap terpancar kebanggaan saat memandang anaknya.

    Senada dengan Raymond, Susan Barahama yang juga tinggal di Winuangan Kecamatan Tikala Lingkungan 7 itu menuturkan, saat memutuskan ikut ujian CPNS karena melihat keberadaan keluarganya. “Apalagi yang bisa kita berikan pada orang tua, selain pengabdian,” tutur Susan yang lulus sebagai perawat gigi di Kabupaten Minahasa Selatan. Bagi gadis berusia 21 tahun itu, setelah menyelesaikan sekolahnya, dia bertekad membahagiakan orang tua. “Awalnya hanya coba-coba. Tapi meski begitu saya terus belajar dan tentu berdoa,” tutur anak pertama dari dua bersaudara itu.

    Terlahir di tengah keluarga yang cukup sederhana, mengajarkan Susan untuk optimis melakukan sesuatu. “Untuk persiapan ujian, saya terus belajar dan berdoa. Karena saya memang tak mengenal siapa-siapa di Minsel. Saya hanya mengikuti tiap persyaratan, tanpa mengharapkan bantuan calo atau koneksi,” tukas Susan yang lebih memilih Minsel, karena Manado tak ada formasi perawat gigi.

    Sang ayah Yoppy Barahama hanya bekerja sebagai tukang, dan ibu Fenny Jocom sebagai ibu rumah tangga selalu mendukung Susan. Tapi, lewat kerja keras ayah dan ibunya, Susan bisa menyelesaikan kuliahnya. “Karena penempatan cukup jauh dari rumah, mereka terus mendorong saya. Bahkan saya memang sudah siap ditempatkan di desa terpencil sekalipun. Karena tak mudah lulus sebagai PNS,” tandasnya.

    Gadis cantik ini pun berharap seleksi CPNS seperti tahun ini harus tetap dipertahankan. “Saya lulus tanpa bayaran ataupun koneksi, itu artinya pemerintah makin jujur. Kalaupun masih banyak kekurangan harus dibenahi,” ungkap Susan. Hal itu pun dikatakan ayah Raymond. “Kami orang tua sangat berterima kasih pada pemerintah untuk proses ujian yang murni dan transparan,” tutupnya.
    sumber: www.mdopost.com

    Positif Narkoba, Langsung Dinyatakan Gugur

    Sebanyak 45 kursi kosong diminta warga untuk diperjuangkan pemerintah kabupaten, mengingat kuota itu sangat berarti. “Kami minta pemerintah memperhatikan kursi kosong tersebut, sebab itu sangat berharga,” ujar sejumlah CPNS yang tidak lulus.

    Alasan mereka jika secara keseluruhan dapat diperjuangkan maka pengangguran intelektual pasti akan berkurang juga. “Kami akan berusaha memperjuangkannya di pusat supaya kursi kosong tersebut dapat diakomodir,” ujar Kepala BKDD Minsel Drs Rolly Karamoj, menyambutnya positif.

    Dikatakannya, jika memang perjuangan tersebut bisa disetujui maka Pemkab akan melihat petunjuk yang dikeluarkan pemerintah pusat. Sebab kalau hal itu bisa diakomodir maka ada beberapa jalan keluar yang akan dilalui, misalnya mengakomodir sesuai dengan kebutuhan Pemkab. “Contohnya, kalau kursi untuk tenaga kesehatan yang tidak terisi masih dibutuhkan jurusan lain, maka akan diakomodir ke jurusan lain,” jelasnya.

    Sementara itu Karamoj mengaku, besok (hari ini red) semua CPNS yang dinyatakan lulus akan dikumpul, untuk mendapatkan penjelasan. Sebab CPNS yang sudah lulus belum tentu akan terakomodir. Hal ini disebabkan jika dalam pemeriksaan kesehatan nanti ada yang terindikasi pengguna narkoba maka akan digugurkan. “Jadi mereka masih akan melakukan tes kesehatan terlebih dahulu, kalau ditemukan pemakai maka akan dianulir,” pungkas Karamoj.

    Sementara itu anggota DPRD Minsel Kartini Simbar memberikan saran, supaya penerimaan CPNS ini hendaknya diutamakan bagi tenaga honorer yang sudah lama bekerja.
    sumber: www.mdopost.com

    Rekrutmen CPNS Minsel, Disoroti

    Sorotan tajam pada pemerintah berkaitan dengan proses penerimaan CPNS makin tak terbendung. Sejumlah warga menyatakan kecewa dengan sistem yang ada. “Kami kecewa, mengapa penerimaan yang sejak awal terlihat transparan tapi ternyata di balik itu ada yang tersembuyi,” sembur sejumlah warga, termasuk sejumlah honorer di Pemkab Minsel, kemarin.

    Alasan mereka sejumlah istri, anak bahkan keponakan pejabat pun dinyatakan lulus. Seperti istri Kabag Kesra Andra Winowatan, istri Kasubag TUP, anak asisten I Drs Sonny Tandayu, anak Kadis Keuangan Drs Boy Pandeirot, anak Kabag ekonomi George Kumaat. “Termasuk keponakan pejabat ikut lulus, ini patut kami pertanyakan,” ketus mereka.

    Kepala BKDD Minsel Drs Rolly Karamoj mengatakan sah-sah saja orang melakukan kritikan. Hanya saja, kritikan yang dilancarkan harus profesional. Dalam artian, anak pejabat punya hak ikut seleksi CPNS. Sebab kalau anak pejabat dinyatakan tak bisa ikut seleksi CPNS itu berarti diskriminasi. “Apakah anak pejabat tidak bisa jadi PNS. Anak Pejabat juga berhak jadi PNS. Jika memang mereka kebetulan lulus itu karena mereka punya niat untuk ikut dan juga mereka punya niat belajar dengan keras,” jelas Karamoj.

    Lanjut mantan kadisparbud ini, kelulusan anak pejabat sudah dikhususkan. “Nah ini jadi persoalan kalau sudah dikhususkan. Tapi kenyataannya sekarang mereka ini ikut tes semua,” terangnya.

    sumber: www.mdopost.com

    Ditengarai Berijazah Palsu, CPNS Lulus di Minut

    Ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Minahasa Utara (Minut) sepertinya tercoreng. Tiga pelamar lulus diduga menggunakan ijazah asli tapi palsu (Aspal) dari salah satu perguruan tinggi keguruan di Sulut.

    Selain itu, ada pelamar yang tidak lulus berkas tapi ternyata lulus seleksi CPNS. Kabar lain beredar, adanya praktek uang untuk meluluskan CPNS. Angka ‘sogokan’ dari Rp10 juta sampai Rp25 juta.

    Tiga warga Desa Gangga Satu Pulau Gangga bergelar sarjana pendidikan (SPd) disinyalir ikuti pendidikan instan. Warga Gangga mengetahui, mereka tidak pernah kuliah dan hanya mengantongi ijasah SMA. Kasus ini terbongkar, karena tiga warga Gangga lainnya dengan ijazah instant ‘bernyanyi’ tidak lulus. Anggota
    DPRD Minut kabarnya ikut terlibat praktek Sekolah Tidak Ijazah Ada (STIA).

    Sejumlah warga Gangga Satu di Polres Minut mengatakan, tiga pelamar yang lolos CPNS tidak pernah kuliah. Diduga ijazah sarjana pendidikan yang dikeluarkan oleh STIKIP tidak sah. “Mereka tidak pernah kuliah. Harga ijazah dikisaran Rp4 juta. Kami harap polisi bisa ungkap,” ujar sejumlah tokoh masyarakat Gangga Satu di Mapolres.

    Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Marthino Dengah SH mengatakan, pihaknya mendukung upaya hukum terhadap ijazah aspal. Verifikasi yang dilakukan pihaknya tentunya berdasarkan legalitas yang dikeluarkan perguruan tinggi (PT). Kalau memang sudah ada keputusan hukum tetap, CPNS ataupun PNS tersebut bisa dibatalkan sesuai pembuktian hukum. Soal adanya praktek uang, kata Dengah, hal itu tidak ada dan tidak benar. “Kami tetap mengikuti sesuai aturan,” kata Dengah, seraya mengatakan, yang ikut ujian adalah peserta yang benar-benar lulus berkas.

    Ketua Komisi A Henry Walukow berharap, dugaan ijazah palsu perlu diusut oleh polisi. “Kalau terbukti dan ada keputusan tetap, kelulusannya bisa dibatalkan,” kata Walukow

    sumber: www.mdopost.com

    Polisi Usut Kasus Joki CPNS

    Para penoda seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Sulut terancam dipidanakan. Pemprov Sulut dan Polda Sulut kompak mengusut oknum yang terbukti mencoreng tes CPNS, termasuk perempuan berinisial TPB alias TRi.

    Sekprov Robby Mamuaja berang ulah oknum tak bertanggungjawab itu. “Bisa saja kami menyerahkan kasus ini ke polisi,” tegasnya.

    Selain dipolisikan, anak mantan pejabat teras Pemprov Sulut yang mengikuti tes di Pemprov Sulut dan Pemkab Boltim akan didiskualifikasi.

    Asisten III Setprov Sulut Ferdinand Mewengkang dengan tegas mengatakan, status TPB akan dianulir baik di Boltim maupun Pemprov Sulut. “Harus dianulir,” tegas Mewengkang. Mental CPNS seperti ini tidak bisa dibiarkan. “Belum jadi PNS saja sudah tidak jujur apalagi nanti jadi PNS,” ketusnya.

    Mamuaja menambahkan selain TPB, Pemprov Sulut menunggu laporan dari masyarakat. Bila bukti cukup kuat dan valid sanksinya pemecatan. “Langsung dipecat. Tidak perlu lama-lama,” tegas Mamuaja.

    Pemprov Sulut sendiri belum mendapatkan klarifikasi dari bersangkutan atau Pemkab Boltim. Panitia berharap TPB melapor dan menjelaskan lebih lanjut ke BKD Sulut. “Pasti dia hadir. Kami masih konsultasi dengan Pemkab Boltim,” kata Plh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulut Flora Krisen.

    Dugaan sementara TPB mengikuti tes di Pemkab Boltim, sementara di Pemprov Sulut kemungkinan menggunakan joki. Meski demikian panitia CPNS Pemprov Sulut sangsi.

    Flora menjamin semua peserta tes CPNS Pemprov Sulut ikut tes langsung. Untuk membuktikan, Flora menunjukkan berkas TPB mulai dari surat lamaran, daftar hadir ujian tulisan, dan Lembar Jawaban Komputer (LJK) terdapat identitas TPB. Hanya bila diteliti, terdapat perbedaan tanda tangan di surat lamaran dan LJK. Bahkan, tanda tangan di LJK seperti sudah dibuat berulang-ulang. Bekas tanda tangan yang dihapus masih terlihat.

    Tapi lagi-lagi Flora mengaku dia yakin TPB bernomor peserta 700030081 itu, mengikuti ujian di Auditorium Mapalus Kantor Gubernur. Alasannya, petugas sudah meneliti ketat CPNS sebelum masuk ke dalam ruangan.

    Pantauan koran ini saat ujian 24 November lalu, petugas memang memperketat pemeriksaan. Akibatnya, ujian harus molor sejam karena pemeriksaan itu. Dari data BKD, diketahui TPB merupakan alumni Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta yang lahir 18 Oktober 1986.

    Sementara, kecurangan tes CPNS diduga terjadi di Kabupaten Bolmong. Anak salah satu anggota Deprov Sulut dapil Bolmong Raya berinisial MS lulus di formasi SMK. Namun ada yang mengetahui MS lulusan SMU. ‘’Kalau dia lulus di Bolmong sangat aneh, karena setahu kami dia lulusan SMU, sama seperti kami teman sekolahnya,’’ bongkar sumber.

    Kapolda Sulut Brigjen Pol Hertian Aristarkus Yunus mulai bergerak memantau kecurangan hasil pengumuman CPNS. Aristarkus Yunus, melalui Kabid Humas AKBP Benny Bella, mengaku akan menindak tegas pelaku penyimpangan seleksi CPNS.

    “Kami akan memproses kecurangan seleksi CPNS. Asalkan ada pihak yang melapor kepada kami,” ujar Bella pekan lalu. Lanjut Bella, selama tidak ada pihak yang memasukkan laporan, Polda Sulut belum bisa mengambil langkah hukum. “Selama tak ada laporan, kami tak bisa melakukan penyelidikan,” jawabnya.
    Seperti diberitakan, seleksi CPNS 2009 telah dinodai dengan ditemukannya anak seorang eks pejabat yang namanya keluar di dua tempat berbeda. Padahal seleksi dilangsungkan serentak di seluruh kabupaten/kota. Dengan demikian, kuat dugaan pihak penyelengara seleksi ikut bermain dalam masalah ini.

    sumber: www.mdopost.com

    Nilai Tertinggi di Sitaro Diraih Peserta Berijazah SMK

    Sejak pukul 07.00 Wita pelamar CPNS Sitaro sudah memadati kantor BKD untuk melihat pengumuman kelulusan. Hanya saja selengkapnya pelamar yang dinyatakan lulus hasil ditempel sekitar pukul 13.00 Wita. Pelak saja diantara pelamar banyak menggerutu dan bertanya-tanya ada apa dengan keterlambatan pengumuman tersebut.

    “Ya, sejak pagi kami sudah berada di BKD menunggu apakah lulus atau tidak. Sayang, hingga siang belum juga ditempel hasil seleksi tulis tersebut,” ujar sejumlah pelamar SMK, akhir pekan lalu.

    Pihak BKD akhirnya menempel pengumuman kelulusan sekitar pukul 01.00 Wita. Dan dari 680 formasi yang dibutuhkan hanya 528 yang terisi sedangkan 151 terbuang
    percuma. “Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Karena mayoritas formasi yang kosong adalah guru yakni 138 kuota 250 orang. Kesehatan kuota 100 yang melamar dan
    diterima 84. Hanya tehnis yang nyaris terisi yakni 330 yang diterima 307 orang,” ujar Bupati Toni Supit SE MM melalui Kepala BKD, Dantje Palar SH.

    Otomatis dalam proyeksi CPNS tahun depan formasi-formasi lowong tadi akan kembali diusulkan ke BKN. “Pokoknya kita akan berusaha formasi yang kosong seperti guru fisika, kimia, matematika dan lain-lain tahun depan sudah terisi,” papar Palar yang langsung berangkat ke Jakarta melaporkan hasil CPNS Sitaro.

    Fantastisnya dari hasil ujian tulis di Sitaro, nilai tertinggi bukan diraih oleh sarjana, namun lulusan STM/SMK Mesin atas nama Richi Isak Karundeng dengan nilai 78,83. Dia mampu mengalahkan lulusan dari formasi andalan seperti dokter dan tehnik sipil.

    sumber: http://beritamanado.com/2009/11/29/6-jam-tunggu-menunggu-pengumuman-cpns/