Sebanyak 119 orang tenaga honorer daerah (honda) yang belum diangkat sebagai PNS, bakal bernafas lega. Pasalnya, penantian panjang mereka bakal terjawab, menyusul dilakukannya pendataan kembali oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Propinsi Sulut Drs Mecky Onibala, pendataan honda itu tengah dipersiapkan. Hal itu mengacu pada surat edaran Menpan tertanggal 28 Juni 2010 nomor 05 tahun 2010 tentang Pendataan Tenaga Honorer. Di mana pendataan selambat-lambatnya harus selesai sebelum 31 Agustus 2010 mendatang. “Proses pendataan tenaga honorer itu, tengah dalam tahapan sosialisasi. Dan sesuai rencana akan dilaksanakan di Batam pada tanggal 22-23 Juli 2010,” katanya.
Peluang pendataan honda ini memang akan dilakukan secara ketat. Terutama guna menghindari adanya honda ‘siluman’ yang bisa saja muncul secara tiba-tiba.
“Di dalam surat edaran telah dilampirkan formulir yang harus diisi oleh honda. Nah, formulir itu akan menghindari adanya honda ‘siluman,” katanya seraya menjelaskan bahwa kriteria honda yang dapat didata adalah mereka yang telah bekerja minimal satu tahun pada 31 Desember 2005. Itu berarti bahwa mereka sudah bekerja secara terus menerus. Tidak kurang dari 19 tahun dan tak lebih dari 46 tahun per 01 Janurai 2006.
Menariknya, selain ke-119 honda yang terlambat mengurus berkas sehingga tak dapat diangkat seperti yang lainnya, saat ini di pemprop terdapat sekitar 1,349 orang yang berstatus tenaga kontrak. Mereka tersebar di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Antara lain seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang jumlahnya mencapai 400-an orang. Kemudian Dinas Pertanian, Perkebunan, setdaprop dan DPRD, rata-rata mempekerjakan tenaga kontrak.
“Tenaga kontrak itu dipeker-jakan untuk memenuhi kebutuhan organisasi SKPD. Dan setiap tahunnya harus diperbarui kontraknya,” ujarnya.
Ditambahkan keberadaan tenaga kontrak itu telah dilaporkan ke Menpan. Dan sampai sejauh ini belum ada jawabannya. “Belum ada jawaban terkait dengan laporan keberadaan tenaga kontrak,” kuncinya.
sumber: www.hariankomentar.com
Tuesday, July 20, 2010
Monday, July 12, 2010
Formasi CPNS Tomohon Dikawal
Tomohon-Rencana Pemerintah Kota Tomohon untuk menerima Pegawai Negeri Sipil (PNS) membuat Badan Kepegawaian Daerah Kota Tomohon berjuang ekstra keras untuk menggolkan 547 usulan formasi CPNS yang diusulkan.
Hal ini ditegaskan Kepala BKD Tomohon Drs. Alex Uguy, MSc akhir pekan lalu. "Kami akan berjuang untuk menggolkan semua usulan formasi CPNS 2010." ujarnya.
Uguy mengatakan, kepastian akan perjuangan 547 formasi dapat diketahui pertengahan September-Oktober. Untuk itu, BKD menurutnya akan mengawal formasi di Kementerian Pendagunaan Aparatur Negara. "Kami sendiri sebenarnya lebih mengingikan formasi SMA/SMK lebih banyak dialokasikan." sambungnya.
Jumlah PNS di Tomohon sendiri sekarang mencapai 3.320 orang. Jumlah itu terdiri dari tenaga teknis 1.477, tenaga fungsional guru 1.538, tenaga fungsional kesehatan 247 dan tenaga fungsional penyuluh 58 orang.
Olehnya, 547 total formasi yang diusulkan ke Kementerian PAN akan membuat jumlah PNS di kota bunga cukup ideal. "Disetujuinya formasi di 2010 akan mencukupkan kebutuhan PNS secara keseluruhan." pungkasnya.
sumber: Manado Post
Hal ini ditegaskan Kepala BKD Tomohon Drs. Alex Uguy, MSc akhir pekan lalu. "Kami akan berjuang untuk menggolkan semua usulan formasi CPNS 2010." ujarnya.
Uguy mengatakan, kepastian akan perjuangan 547 formasi dapat diketahui pertengahan September-Oktober. Untuk itu, BKD menurutnya akan mengawal formasi di Kementerian Pendagunaan Aparatur Negara. "Kami sendiri sebenarnya lebih mengingikan formasi SMA/SMK lebih banyak dialokasikan." sambungnya.
Jumlah PNS di Tomohon sendiri sekarang mencapai 3.320 orang. Jumlah itu terdiri dari tenaga teknis 1.477, tenaga fungsional guru 1.538, tenaga fungsional kesehatan 247 dan tenaga fungsional penyuluh 58 orang.
Olehnya, 547 total formasi yang diusulkan ke Kementerian PAN akan membuat jumlah PNS di kota bunga cukup ideal. "Disetujuinya formasi di 2010 akan mencukupkan kebutuhan PNS secara keseluruhan." pungkasnya.
sumber: Manado Post
Labels:
Formasi,
Kota Tomohon
Pendaftaran CPNS Bolmut Usai Pemilukada
Boroko - Warga Bolmong Utara yang berminat menjadi calon PNS di Pemkab Bolmut patut bersabar. Pasalnya Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bolmong Utara telah menegaskan mulai melakukan pembukaan pendartaran CPNS usai menggelar pesta demokrasi pilkada 3 Agustus. "Saat ini kita masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat, terkait formasi yang sudah diusulkan untuk penerimaan CPNS 2010 ini." jelas Kepala BKD, Jusuf Lakoro.
Berdasarkan data BKD Bolmut, formasi CPNS tahun 2010 yang telah diusulkan ke BKN dan Mempan sebanyak 686 kursi, termasuk lulusan SMA dan SMK. Karena sebagai kabupaten baru, tenaga SMA masih dibutuhkan. "Sejauh ini belum ada pemberitaan apa-apa dari pemerintah pusat, tapi biasanya jika formal yang diusulkan telah distujui oleh Badan Kepegawan Nasional (BKN), akan menyurat secara resmi ke masingo[-masing BKD yang tersebar di seluruh Indonesia."
Untuk persyaratan, kata Lakoro, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tidak ada persyaratan yang diubah. Hanya saja, yang perlu diingat penulisan identitas harus benar-benar detail sesuai dengan dokumen yang akan dimasukkan sehingga dalam pemeriksaan berkas nantinya pelamar bisa lolos. "Kadangkala memang ada pelamar yang secara administrasi lengkap tetapi karena penulisan identitas tidak jelas bisa digugurkan.
Sejumlah Boroko menyambut baik, rencana penerimaan setelah pilkada digelar. "Kita juga puas dan tidak kecewa jika hasil ujian kami diumumkan, karena dengan begitu akan kelihatan siapa yang lulus dengan baik, itu baru transparan." papar Mirna, salah satu calon pelamar CPNS asal Kaidipang.
sumber: Manado Post
Berdasarkan data BKD Bolmut, formasi CPNS tahun 2010 yang telah diusulkan ke BKN dan Mempan sebanyak 686 kursi, termasuk lulusan SMA dan SMK. Karena sebagai kabupaten baru, tenaga SMA masih dibutuhkan. "Sejauh ini belum ada pemberitaan apa-apa dari pemerintah pusat, tapi biasanya jika formal yang diusulkan telah distujui oleh Badan Kepegawan Nasional (BKN), akan menyurat secara resmi ke masingo[-masing BKD yang tersebar di seluruh Indonesia."
Untuk persyaratan, kata Lakoro, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tidak ada persyaratan yang diubah. Hanya saja, yang perlu diingat penulisan identitas harus benar-benar detail sesuai dengan dokumen yang akan dimasukkan sehingga dalam pemeriksaan berkas nantinya pelamar bisa lolos. "Kadangkala memang ada pelamar yang secara administrasi lengkap tetapi karena penulisan identitas tidak jelas bisa digugurkan.
Sejumlah Boroko menyambut baik, rencana penerimaan setelah pilkada digelar. "Kita juga puas dan tidak kecewa jika hasil ujian kami diumumkan, karena dengan begitu akan kelihatan siapa yang lulus dengan baik, itu baru transparan." papar Mirna, salah satu calon pelamar CPNS asal Kaidipang.
sumber: Manado Post
Monday, July 5, 2010
Tiga Kabupaten/Kota Tidak Usulkan Formasi CPNS 2010
JAKARTA— Kuota calon pegawai negeri sipil (CPNS) 15 kabupaten dan kota di Sulut secara resmi telah diterima Kementerian Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPan-RB). Setelah diakumulasi formasi yang masuk sampai 14 Juni 2010 di Kementerian PAN dan RB ada tiga kabupaten/kota di Sulut sebanyak 8453 CPNS.
‘’Jumlah CPNS yang diusulkan adalah 8453 orang,’’kata Deputi SDM Bidang Aparatur Kementerian PAN&RB Ramli Naibaho kepada wartawan Senin (5/7).
Namun kata Ramli, ada tiga kabupaten dan kota yang tidak mengajukan usulan CPNS tahun 2010. Entah apa penyebabnya, namun Men PAN dan RB menduga daerah yang tidak mengusulkan kuota tahun 2010, belum membutuhkan pegawai. Tiga daerah yang dimaksud adalah Kabupaten Minahasa, Kota Bitung dan Kabupaten Sangihe.
"Karena tidak mengusulkan, lalu mendadak meminta kuota, terpaksa kita pakai usulan tahun lalu," ujar pria ramah pada koran ini, kemarin.
Namun keterangan Kementerian PAN dan RB dibantah pemkab Sangihe. Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKDD) Kepulauan Sangihe SS Maitulung AmPd, tahun ini formasi usulan CPNS telah diajukan ke MenPAN. “Usulan formasi sudah diajukan. Tinggal tunggu penetapan pusat,” bantah Maitulung saat dikonfirmasi kemarin.
Seperti diketahui perkiraan data PNS di seluruh kabupaten dan kota termasuk yang berkantor di semua SKPD di Sulut, sebanyak 64.469 PNS. (versi Men PAN dan RB, jumlah PNS sampai 14 Juni 48.005). Jumlah tertinggi masih dipegang Manado 8760 dan di nomor urut dua Minahasa 8272 PNS. Daerah lain yang juga mengusulkan yaitu Manado dengan usulan CPNS 399 orang, Kepulauan Talaud dengan usulan CPNS 304 orang, Minsel mengusulkan 129 CPNS, Tomohon 110 CPNS, Minut mengusulkan 703 PNS, KK diusulkan 267 CPNS, Mitra usulan CPNS 284 orang, Boltim mengajukan formasi 646 CPNS, kemudian Bolsel 431 CPNS, Bolmut 599, dan Kabupaten Sitaro mengusulkan CPNS 70 orang.
‘’Jumlah CPNS yang diusulkan adalah 8453 orang,’’kata Deputi SDM Bidang Aparatur Kementerian PAN&RB Ramli Naibaho kepada wartawan Senin (5/7).
Namun kata Ramli, ada tiga kabupaten dan kota yang tidak mengajukan usulan CPNS tahun 2010. Entah apa penyebabnya, namun Men PAN dan RB menduga daerah yang tidak mengusulkan kuota tahun 2010, belum membutuhkan pegawai. Tiga daerah yang dimaksud adalah Kabupaten Minahasa, Kota Bitung dan Kabupaten Sangihe.
"Karena tidak mengusulkan, lalu mendadak meminta kuota, terpaksa kita pakai usulan tahun lalu," ujar pria ramah pada koran ini, kemarin.
Namun keterangan Kementerian PAN dan RB dibantah pemkab Sangihe. Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKDD) Kepulauan Sangihe SS Maitulung AmPd, tahun ini formasi usulan CPNS telah diajukan ke MenPAN. “Usulan formasi sudah diajukan. Tinggal tunggu penetapan pusat,” bantah Maitulung saat dikonfirmasi kemarin.
Seperti diketahui perkiraan data PNS di seluruh kabupaten dan kota termasuk yang berkantor di semua SKPD di Sulut, sebanyak 64.469 PNS. (versi Men PAN dan RB, jumlah PNS sampai 14 Juni 48.005). Jumlah tertinggi masih dipegang Manado 8760 dan di nomor urut dua Minahasa 8272 PNS. Daerah lain yang juga mengusulkan yaitu Manado dengan usulan CPNS 399 orang, Kepulauan Talaud dengan usulan CPNS 304 orang, Minsel mengusulkan 129 CPNS, Tomohon 110 CPNS, Minut mengusulkan 703 PNS, KK diusulkan 267 CPNS, Mitra usulan CPNS 284 orang, Boltim mengajukan formasi 646 CPNS, kemudian Bolsel 431 CPNS, Bolmut 599, dan Kabupaten Sitaro mengusulkan CPNS 70 orang.
Labels:
Formasi,
Kota Bitung,
Sangihe
Sunday, July 4, 2010
Demi bertemu Menpan, 70-an CPNS menginap di Deprop Lape Isyaratkan NIP Terbit Pekan Depan
Kotamobagu - Letjen TNI (Purn) EE Mangindaan selaku Menpan-RB (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi), memberi isyarat positif buat para CPNS Kota Kotamobagu angkatan 2009. Bahwa, NIP (Nomor Induk Pegawai) yang sudah lebih dari enam bulan dinanti oleh para calon abdi negara ini, bakal diterbitkan dalam waktu dekat.
“Pak Mangindaan mengata- kan dalam waktu dekat dan kami menerjemahkan kalau itu kira-kira pekan depan. Kare-na itu, beliau meminta kami untuk tetap tenang dan enjoy menunggu terbitnya NIP,” kata Hendra Tito Manggopa SPd, koordinator para CPNS kepada Komentar per telepon dari Manado, Jumat (02/07) tadi malam.
Manggopa mengungkapkan, ia dan sekitar 70-an CPNS berhasil bertemu langsung dengan Menpan di Manado siang kemarin. “Begitu mendapat informasi bahwa Pak Mangindaan ada agenda di kantor DPRD Propinsi Sulut, saya langsung berkoordinasi dengan teman-teman CPNS dan sama-sama torang berangkat ke Manado kemarin (maksudnya Kamis lalu, red),” tuturnya.
Setiba di Manado pada Kamis sore, ia dan teman-temannya segera menuju ke Gedung Cengkih –sebutan untuk kantor Deprop Sulut. “Karena keter-batasan biaya, sehingga kami rela menginap di Deprop. Pak Mangindaan sendiri sempat kaget ketika melihat saya dan teman-teman sudah ada di Deprop,” cerita Manggopa.
Akan halnya Lape –panggilan populis buat Gubernur Sulut periode 2000-2005 ini, diketahui datang ke Deprop Sulut kemarin guna mengikuti pelantikan pengurus Dewan Harian Daerah (DHD) Angkatan 45 Sulut. Lape sendiri yang juga Ketua DHD 45 Sulut periode sebelumnya, terpilih kem-bali memimpin organisasi ini untuk masa bakti 2010-2015.
14 CPNS DIPANGKAS
Sementara itu, dalam pertemuan yang berlangsung hanya sekitar 30 menit di depan pintu ruang sidang paripurna Deprop Sulut, para CPNS didampingi dua legislator dari Dapil (daerah pemilihan) Bolmong bersatu. Yakni, Rasky Azhari Mokodompit dan Idrus Mokodompit. Selain duo Mokodompit tersebut, turut pula mendampingi personel Komisi I Deprop yakni John Dumais dan Victor Mailangkay.
Di hadapan para CPNS yang mengerumuninya, Lape menegaskan bahwa pihaknya hanya mengakomodir 341 orang untuk diterbitkan NIPnya. Sedangkan 14 CPNS yang sebelumnya disebut invalid oleh Kepala BKN pusat Dr Edy Topo Ashari, tidak akan diakomodir sebagai abdi negara. “Hanya 341 orang saja yang akan meneri-ma NIP, sementara 14 CPNS tidak,” tegasnya.
Menyangkut rumors yang sempat berkembang sebelumnya bahwa hanya sekitar 45 persen (161 orang) saja CPNS bakal terakomodir, langsung ditepis oleh Lape. “Rumors itu tidak benar. Yang benar adalah 341 orang, karena 14 nama yang invalid itu sudah pasti tidak akan diakomodir,” tandas putra Lopana-Amurang ini sebagaimana dikutip Hendra Manggopa.
“Pak Mangindaan menjanjikan NIP akan diterbitkan dalam waktu dekat ini, sambil meminta kami para CPNS agar tetap enjoy,” ucap Manggopa.
“Namun demikian, kami tentu tidak mengharapkan pernyataan itu hanya bahasa politis saja. Sudah cukup kami menunggu. Jadi yang kami butuhkan adalah realisasi dari pernyataan itu dan mudah-mudahan tidak lewat bulan Juli ini,” pungkasnya kemudian.
sumber: www.hariankomentar.com
“Pak Mangindaan mengata- kan dalam waktu dekat dan kami menerjemahkan kalau itu kira-kira pekan depan. Kare-na itu, beliau meminta kami untuk tetap tenang dan enjoy menunggu terbitnya NIP,” kata Hendra Tito Manggopa SPd, koordinator para CPNS kepada Komentar per telepon dari Manado, Jumat (02/07) tadi malam.
Manggopa mengungkapkan, ia dan sekitar 70-an CPNS berhasil bertemu langsung dengan Menpan di Manado siang kemarin. “Begitu mendapat informasi bahwa Pak Mangindaan ada agenda di kantor DPRD Propinsi Sulut, saya langsung berkoordinasi dengan teman-teman CPNS dan sama-sama torang berangkat ke Manado kemarin (maksudnya Kamis lalu, red),” tuturnya.
Setiba di Manado pada Kamis sore, ia dan teman-temannya segera menuju ke Gedung Cengkih –sebutan untuk kantor Deprop Sulut. “Karena keter-batasan biaya, sehingga kami rela menginap di Deprop. Pak Mangindaan sendiri sempat kaget ketika melihat saya dan teman-teman sudah ada di Deprop,” cerita Manggopa.
Akan halnya Lape –panggilan populis buat Gubernur Sulut periode 2000-2005 ini, diketahui datang ke Deprop Sulut kemarin guna mengikuti pelantikan pengurus Dewan Harian Daerah (DHD) Angkatan 45 Sulut. Lape sendiri yang juga Ketua DHD 45 Sulut periode sebelumnya, terpilih kem-bali memimpin organisasi ini untuk masa bakti 2010-2015.
14 CPNS DIPANGKAS
Sementara itu, dalam pertemuan yang berlangsung hanya sekitar 30 menit di depan pintu ruang sidang paripurna Deprop Sulut, para CPNS didampingi dua legislator dari Dapil (daerah pemilihan) Bolmong bersatu. Yakni, Rasky Azhari Mokodompit dan Idrus Mokodompit. Selain duo Mokodompit tersebut, turut pula mendampingi personel Komisi I Deprop yakni John Dumais dan Victor Mailangkay.
Di hadapan para CPNS yang mengerumuninya, Lape menegaskan bahwa pihaknya hanya mengakomodir 341 orang untuk diterbitkan NIPnya. Sedangkan 14 CPNS yang sebelumnya disebut invalid oleh Kepala BKN pusat Dr Edy Topo Ashari, tidak akan diakomodir sebagai abdi negara. “Hanya 341 orang saja yang akan meneri-ma NIP, sementara 14 CPNS tidak,” tegasnya.
Menyangkut rumors yang sempat berkembang sebelumnya bahwa hanya sekitar 45 persen (161 orang) saja CPNS bakal terakomodir, langsung ditepis oleh Lape. “Rumors itu tidak benar. Yang benar adalah 341 orang, karena 14 nama yang invalid itu sudah pasti tidak akan diakomodir,” tandas putra Lopana-Amurang ini sebagaimana dikutip Hendra Manggopa.
“Pak Mangindaan menjanjikan NIP akan diterbitkan dalam waktu dekat ini, sambil meminta kami para CPNS agar tetap enjoy,” ucap Manggopa.
“Namun demikian, kami tentu tidak mengharapkan pernyataan itu hanya bahasa politis saja. Sudah cukup kami menunggu. Jadi yang kami butuhkan adalah realisasi dari pernyataan itu dan mudah-mudahan tidak lewat bulan Juli ini,” pungkasnya kemudian.
sumber: www.hariankomentar.com
Labels:
Kasus CPNS,
Kota Kotamobagu,
NIP
Friday, July 2, 2010
Polda Kejar Dua Tersangka Dugaan Penipuan CPNS
Meski sudah berhasil ET alias Ella, warga Kelurahan Woloan, Kecamatan Tomohon Barat, salah satu tersangka kasus dugaan penipuan CPNS di sejumlah kabupaten/kota se-Sulut, namun penyidik Sat Ops I Dit Reskrim Polda Sulut terus mengejar dua tersangka lain dalam kasus tersebut yang masih buron.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, dua tersangka lain yang menjadi target adalah perempuan R alias Ratna dan N alias Nova. Keberadaannya masih terus diselidiki petugas.
Diketahui, Ella memilih melarikan diri sejak akhir bulan Maret lalu, ketika kasus mulai mencuat. Di mana, petugas yang mendatangi rumahnya kala itu, tak menemukan apa-apa selain sejumlah berkas atau dokumen yang terkait ka-sus penipuan tersebut. Petugas sempat beberapa kali menda-tangi rumah tersangka, namun tetap tidak menuai hasil.
Ironisnya, setelah penyidik mengembangkan pengusutan kasus tersebut, suami Ella, lelaki SS alias Simson, ternyata ikut terlibat di dalamnya. Yang mana pasangan suami istri tersebut, teridentifikasi berperan serta dalam proses rekrutmen para korban. Buntutnya, Simson pun akhirnya ditahan Polda.
Dari data yang ada, total jum-lah tersangka kasus ini berjumlah lima orang. Mereka masing-masing, perempuan NS alias Novi, perempuan SA alias Sance, lelaki SS alias Simson, dan perempuan ET alias Ella. Untuk Novi, rencananya pekan depan berkasnya akan segera dikirimkan ke kejaksaan.
Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Drs Benny Bella ketika dikonfirmasi tidak menampik hal tersebut.
sumber: www.hariankomentar.com
Informasi yang diperoleh menyebutkan, dua tersangka lain yang menjadi target adalah perempuan R alias Ratna dan N alias Nova. Keberadaannya masih terus diselidiki petugas.
Diketahui, Ella memilih melarikan diri sejak akhir bulan Maret lalu, ketika kasus mulai mencuat. Di mana, petugas yang mendatangi rumahnya kala itu, tak menemukan apa-apa selain sejumlah berkas atau dokumen yang terkait ka-sus penipuan tersebut. Petugas sempat beberapa kali menda-tangi rumah tersangka, namun tetap tidak menuai hasil.
Ironisnya, setelah penyidik mengembangkan pengusutan kasus tersebut, suami Ella, lelaki SS alias Simson, ternyata ikut terlibat di dalamnya. Yang mana pasangan suami istri tersebut, teridentifikasi berperan serta dalam proses rekrutmen para korban. Buntutnya, Simson pun akhirnya ditahan Polda.
Dari data yang ada, total jum-lah tersangka kasus ini berjumlah lima orang. Mereka masing-masing, perempuan NS alias Novi, perempuan SA alias Sance, lelaki SS alias Simson, dan perempuan ET alias Ella. Untuk Novi, rencananya pekan depan berkasnya akan segera dikirimkan ke kejaksaan.
Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Drs Benny Bella ketika dikonfirmasi tidak menampik hal tersebut.
sumber: www.hariankomentar.com
Labels:
calo,
CPNS,
Kasus CPNS
Ratusan CPNS KK ‘Hadang’ Menpan
Niat ratusan CPNS Kota Kotamobagu untuk bertemu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Letjen (Purn) EE Mangindaan SE SH, akhirnya kesampaian. Sebab ratusan CPNS ini nekat menginap semalam di Gedung DPRD Propinsi Sulut hanya untuk menyampaikan uneg-uneg mereka, langsung kepada Mangindaan.
Dari pantauan harian ini, ratusan CPNS sudah menunggu sejak pukul 10.30 WITA, di luar ruang Sidang Paripurna DPRD Propinsi Sulut. Maklum, saat itu Ma-ngindaan sedang menghadiri acara pelantikan pengurus Badan Kejuangan 45, yang digelar sejak pukul 10.00 WITA. Nah, saat Mangindaan ke luar dari ruang paripurna, ratusan CPNS yang sudah berbaris rapi, langsung menyalami Mangindaan. Bahkan beberapa CPNS di antaranya secara spontan langsung mena-nyakan nasib mereka. Sekadar diketahui, 355 CPNS KK belum juga mengantongi SK dan NIP (Nomor Induk Pegawai), sejak dinyatakan lulus sekitar tujuh bulan silam.
Menjawab ini, Mangindaan mengatakan bahwa pihaknya akan objektif memutuskan siapa CPNS yang layak mendapat SK serta NIP dan sebaliknya. “BKN (Badan Kepegawaian Negara) yang tentukan. Karena Tim BKN yang turun ke daerah untuk verifikasi. Tapi saya sudah perintahkan, yang lulus segera keluarkan SK-nya. Yang tidak lulus, atau yang tidak ikut ujian tapi lulus, difilter lagi. Karena sebenarnya ada beberapa yang tidak ikut ujian tapi lulus. Yang pasti masalah ini secepatnya ditangani. Dan BKN akan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Soalnya masalah ada di bawah,” tegasnya.
Mendengar penjelasan tersebut, para CPNS nampak puas. Setelah ditinggal Mangindaan, mereka kemudian bubar dan kembali ke kam-pung halaman masing-masing di Kota Kotamobagu
sumber: www.hariankomentar.com
Dari pantauan harian ini, ratusan CPNS sudah menunggu sejak pukul 10.30 WITA, di luar ruang Sidang Paripurna DPRD Propinsi Sulut. Maklum, saat itu Ma-ngindaan sedang menghadiri acara pelantikan pengurus Badan Kejuangan 45, yang digelar sejak pukul 10.00 WITA. Nah, saat Mangindaan ke luar dari ruang paripurna, ratusan CPNS yang sudah berbaris rapi, langsung menyalami Mangindaan. Bahkan beberapa CPNS di antaranya secara spontan langsung mena-nyakan nasib mereka. Sekadar diketahui, 355 CPNS KK belum juga mengantongi SK dan NIP (Nomor Induk Pegawai), sejak dinyatakan lulus sekitar tujuh bulan silam.
Menjawab ini, Mangindaan mengatakan bahwa pihaknya akan objektif memutuskan siapa CPNS yang layak mendapat SK serta NIP dan sebaliknya. “BKN (Badan Kepegawaian Negara) yang tentukan. Karena Tim BKN yang turun ke daerah untuk verifikasi. Tapi saya sudah perintahkan, yang lulus segera keluarkan SK-nya. Yang tidak lulus, atau yang tidak ikut ujian tapi lulus, difilter lagi. Karena sebenarnya ada beberapa yang tidak ikut ujian tapi lulus. Yang pasti masalah ini secepatnya ditangani. Dan BKN akan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Soalnya masalah ada di bawah,” tegasnya.
Mendengar penjelasan tersebut, para CPNS nampak puas. Setelah ditinggal Mangindaan, mereka kemudian bubar dan kembali ke kam-pung halaman masing-masing di Kota Kotamobagu
sumber: www.hariankomentar.com
Labels:
Kota Kotamobagu,
NIP
Subscribe to:
Posts (Atom)
