Sekretaris Kota (Sekkot) Bitung Drs Edison Humiang Msi mengatakan, Pemkot Bitung akan terus berupaya memperjuangkan lulusan SMA/SMK untuk diakomodir sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Meski peluang lulusan SMA sangat kecil.
“Selain masih banyak lulusan SMA yang belum diakomodir sebagai CPNS pada 2010 lalu, Pemkot Bitung masih membutuhkan tenaga SMA untuk ditempatkan di sejumlah kelurahan khususnya di wilayah Kecamatan Lembeh Selatan dan Lembeh Utara. “ terang Humiang.
Hal yang sama dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Bitung Ferdinand Tangkudung SIP Msi, bahwa memang pemkot Bitung masih sangat membutuhkan tenaga lulusan SMA, tapi karena penerimaan tahun lalu kuotanya terbatas sehingga diterima hanya sesuai jatah yang ditetapkan Menpan.
“Perlu adanya penambahan CPNS lulusan SMA, mengingat ada di sejumlah kelurahan yang tenaga stafnya hanya satu orang. Bahkan ada juga kelurahan yang tidak memiliki staf,“ ujar Tangkudung menambahkan akan terus berupaya untuk memperjuangkan agar lulusan SMA masih dapat diterima.
www.manadotoday.com
Thursday, May 5, 2011
Wednesday, May 4, 2011
BKD Minut Tolak 21 Nama
Walaupun Bupati Minut Drs Sompie Singal MBA telah mengirim surat ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPan-RB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN), tentang peninjauan kembali 21 nama CPNS 2010 yang diganti untuk diakomodir, tapi secara tegas itu dimentahkan BKD Minut.
"Pastinya 21 nama yang sudah tidak lulus itu tidak bisa diakomodir lagi," kata Kepala BKD Minut Frets Sigar SH. Menurutnya, kecil kemungkinan pihak pusat menyetujui pengusulan 21 nama CPNS itu untuk diakomodir kembali, karena pusat sudah menemui kesalahan dalam penerimaan mereka waktu lalu.
"Keputusan dari MenPAN dan BKN itu sudah final, dan tidak bisa diganggu gugat. Jadi kecil kemungkinan kalau pihak pusat akan mengakomodir mereka, kalaupun kebijakan bupati untuk memperjuangkan nama-nama tersebut, itu kewenangannya," terang Sigar.
Sementara itu, Bupati Minut Drs Sompie Singal menyatakan, telah memperjuangkan nasib mereka sehingga untuk pengusulan CPNS tahun 2011 ada keistimewaan untuk 21 nama tersebut. Sejauh ini memang kajian pusat telah dilakukan sehingga tidak bisa diintervensi.
"Pemerintah Minut akan mencari solusi kepada mereka, kalaupun nantinya bisa diakomodir lewat pengangkatan tenaga honor daerah," jelas Sompie.
sumber: www.manadopost.co.id
"Pastinya 21 nama yang sudah tidak lulus itu tidak bisa diakomodir lagi," kata Kepala BKD Minut Frets Sigar SH. Menurutnya, kecil kemungkinan pihak pusat menyetujui pengusulan 21 nama CPNS itu untuk diakomodir kembali, karena pusat sudah menemui kesalahan dalam penerimaan mereka waktu lalu.
"Keputusan dari MenPAN dan BKN itu sudah final, dan tidak bisa diganggu gugat. Jadi kecil kemungkinan kalau pihak pusat akan mengakomodir mereka, kalaupun kebijakan bupati untuk memperjuangkan nama-nama tersebut, itu kewenangannya," terang Sigar.
Sementara itu, Bupati Minut Drs Sompie Singal menyatakan, telah memperjuangkan nasib mereka sehingga untuk pengusulan CPNS tahun 2011 ada keistimewaan untuk 21 nama tersebut. Sejauh ini memang kajian pusat telah dilakukan sehingga tidak bisa diintervensi.
"Pemerintah Minut akan mencari solusi kepada mereka, kalaupun nantinya bisa diakomodir lewat pengangkatan tenaga honor daerah," jelas Sompie.
sumber: www.manadopost.co.id
Labels:
Minahasa Utara
Tuesday, May 3, 2011
Bupati Boltim Bermohon ke SHS, Terkait Ujian Ulang CPNS 2010
Bupati Bolmong Timur, Sehan Salim Landjar (SSL) akhirnya secara terang-terangan menyampaikan permohonan kepada Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarudajang (SHS), terkait masih terkatung-katungnya rencana pelaksanaan ujian ulang CPNS 2010 di Bolmong Timur.
“Mohon kiranya, persetujuan kepada Gubuner Sulut DR SH Sarundajang untuk merealisasikan pelaksanaan ujian ulang CPNS 2010. Karena ujian ulang ini merupakan tuntutan masyarakat dan DPRD Bolmong Timur dan demi stabilitas daerah,” kata Bupati Sehan Lanjdar pada pembacaan sambutan pembukaan Festival Tutuyan, Selasa (03/05) kemarin.
Festival Tutuyan tersebut dihadiri oleh ribuan masyarakat Bolmong Timur dan 15 utusan Kabupaten dan Kota se-Sulut. Dikatakan Sehan Landjar, hingga kini pemerintah belum berani mengumumkan hasil pemeriksaan ribuan Lembar Jawaban Komputer. Pada proses tahapan pemeriksaan lembar jawaban yang pertama, terdapat sekitar 67 lembar jawaban komputer yang setelah diperiksa ternyata tidak lulus, namun pada pemeriksaan selanjutnya diluluskan. “Sesuai dengan tuntutan masyarakat dan demi stabilitas daerah, pemeritah daerah tetap berharap untuk dilaksanakan ujian ulang. Sebab, pemerintah pusat memiliki sikap ambivalen dan kepastian terkait keputusan terhadap pelaksanaan pengadaan CPNS 2010 di Bolmong Timur,”kata bupati lagi.
Namun, apa jawaban Gubernur Sulut pada kesempatan itu? Rupanya tidak memberikan kepastian juga. Hanya saja, menurut Sarundajang, persoalan pengadaan CPNS dipastikannya akan menemui jalan keluar. “Sebagian ada hak pusat dan hak daerah, terhadap keputusan pengadaan CPNS di Bolmong Timur. Tapi saya yakin ini akan selesai. Penyelesaian ini haruslah dilakukan secara bersama-sama,” ucap Sarundajang meski tidak memperjelas kembali akan kepastian hasil CPNS 2010 Bolmong Timur.
Kepala BKD Propinsi Sulut Roy Timuwa MPd sebelumnya sempat menyatakan, dimana dalam surat keterangan dari Kempan-RB prihal pengadaan CPNS 2010 itu, menyebutkan bahwa berdasar hasil klarifikasi tim gabungan yang terdiri dari Pejabat Kementerian Menpan-RB, BKN pusat, BKN Regional XI Manado, BKD dan Inspektorat Propinsi Sulut, tidak ditemukan fakta yang menjadi alasan Pemkab Bolmong Timur untuk membatalkan atau mengulang kembali tes ujian tertulis CPNS Kabupaten Bolmong Timur dalam rangka mengisi formasi PNS Kabupaten Bolmong Timur.
sumber: www.hariankomentar.com
“Mohon kiranya, persetujuan kepada Gubuner Sulut DR SH Sarundajang untuk merealisasikan pelaksanaan ujian ulang CPNS 2010. Karena ujian ulang ini merupakan tuntutan masyarakat dan DPRD Bolmong Timur dan demi stabilitas daerah,” kata Bupati Sehan Lanjdar pada pembacaan sambutan pembukaan Festival Tutuyan, Selasa (03/05) kemarin.
Festival Tutuyan tersebut dihadiri oleh ribuan masyarakat Bolmong Timur dan 15 utusan Kabupaten dan Kota se-Sulut. Dikatakan Sehan Landjar, hingga kini pemerintah belum berani mengumumkan hasil pemeriksaan ribuan Lembar Jawaban Komputer. Pada proses tahapan pemeriksaan lembar jawaban yang pertama, terdapat sekitar 67 lembar jawaban komputer yang setelah diperiksa ternyata tidak lulus, namun pada pemeriksaan selanjutnya diluluskan. “Sesuai dengan tuntutan masyarakat dan demi stabilitas daerah, pemeritah daerah tetap berharap untuk dilaksanakan ujian ulang. Sebab, pemerintah pusat memiliki sikap ambivalen dan kepastian terkait keputusan terhadap pelaksanaan pengadaan CPNS 2010 di Bolmong Timur,”kata bupati lagi.
Namun, apa jawaban Gubernur Sulut pada kesempatan itu? Rupanya tidak memberikan kepastian juga. Hanya saja, menurut Sarundajang, persoalan pengadaan CPNS dipastikannya akan menemui jalan keluar. “Sebagian ada hak pusat dan hak daerah, terhadap keputusan pengadaan CPNS di Bolmong Timur. Tapi saya yakin ini akan selesai. Penyelesaian ini haruslah dilakukan secara bersama-sama,” ucap Sarundajang meski tidak memperjelas kembali akan kepastian hasil CPNS 2010 Bolmong Timur.
Kepala BKD Propinsi Sulut Roy Timuwa MPd sebelumnya sempat menyatakan, dimana dalam surat keterangan dari Kempan-RB prihal pengadaan CPNS 2010 itu, menyebutkan bahwa berdasar hasil klarifikasi tim gabungan yang terdiri dari Pejabat Kementerian Menpan-RB, BKN pusat, BKN Regional XI Manado, BKD dan Inspektorat Propinsi Sulut, tidak ditemukan fakta yang menjadi alasan Pemkab Bolmong Timur untuk membatalkan atau mengulang kembali tes ujian tertulis CPNS Kabupaten Bolmong Timur dalam rangka mengisi formasi PNS Kabupaten Bolmong Timur.
sumber: www.hariankomentar.com
Monday, May 2, 2011
Bupati Minut Telah Menyurat ke Menpan-RB, Terkait Nasib CPNS 2010
Sejumlah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang sebelumnya lulus, tapi pada pengumuman ulang oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN), tidak terakomodir, terus mempertanyakan nasib mereka.
"Bagaimana nasib kami ke depan, kami berharap pemkab memberikan perhatian kepada kami," kata salah satu CPNS yang tidak diakomopdir BKN.
Bupati Minut sendiri Drs Sompie Singal MBA telah melayangkan surat ke MenPAN-RB untuk mempertanyakan alasan mengapa ada 21 orang yang tidak diakomodir. Namun hingga saat ini surat tersebut belum juga dijawab MenPAN-RB.
"Bupati telah mengirimkan surat ke pusat dan sampai sejauh ini BKD juga belum mendengar informasi dari pemerintah pusat soal penyebab tidak lulusnya 21 nama itu," ujar kepala BKD Minut Frets Sigar SH.
Saat dikonfirmasi Bupati Minut Drs Sompie Singal melalui Kabag Humas Drs Maximelian Tapada juga menuturkan jawaban dari MenPAN-RB belum ada.
"Mungkin sementara dikaji pihak pusat sehingga butuh waktu," terang Tapada.
Ditambahkannya agar 21 nama CPNS yang tidak diakomodir MenPAN ini agar tetap bersabar menunggu keputusan yang akan diberikan pihak MenPAN-RB dan BKN. Sebelumnya 21 CPNS tersebut telah meminta bupati untuk menyurat ke pusat agar nama mereka dapat diakomodir kembali dan meminta bupati menunda untuk pengusulan Nomor Induk Pegawai (NIP) bagi CPNS tahun 2010 itu.
sumber: www.manadopost.co.id
"Bagaimana nasib kami ke depan, kami berharap pemkab memberikan perhatian kepada kami," kata salah satu CPNS yang tidak diakomopdir BKN.
Bupati Minut sendiri Drs Sompie Singal MBA telah melayangkan surat ke MenPAN-RB untuk mempertanyakan alasan mengapa ada 21 orang yang tidak diakomodir. Namun hingga saat ini surat tersebut belum juga dijawab MenPAN-RB.
"Bupati telah mengirimkan surat ke pusat dan sampai sejauh ini BKD juga belum mendengar informasi dari pemerintah pusat soal penyebab tidak lulusnya 21 nama itu," ujar kepala BKD Minut Frets Sigar SH.
Saat dikonfirmasi Bupati Minut Drs Sompie Singal melalui Kabag Humas Drs Maximelian Tapada juga menuturkan jawaban dari MenPAN-RB belum ada.
"Mungkin sementara dikaji pihak pusat sehingga butuh waktu," terang Tapada.
Ditambahkannya agar 21 nama CPNS yang tidak diakomodir MenPAN ini agar tetap bersabar menunggu keputusan yang akan diberikan pihak MenPAN-RB dan BKN. Sebelumnya 21 CPNS tersebut telah meminta bupati untuk menyurat ke pusat agar nama mereka dapat diakomodir kembali dan meminta bupati menunda untuk pengusulan Nomor Induk Pegawai (NIP) bagi CPNS tahun 2010 itu.
sumber: www.manadopost.co.id
Labels:
Minahasa Utara
Sunday, May 1, 2011
Penerimaan CPNS 2011 Kota Kotamobagu, Kemungkinan Besar Akan Mengakomodir Honorer
Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2011 bakal berbeda dengan penerimaan CPNS sebelumnya. Selain jumlah kuota lebih sedikit, kemungkinan besar jalur penerimaan CPNS akan ditambah dengan pengangkatan melalui jalur tenaga honor. Pertimbangan ini pula yang dipakai Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu sedikit membatasi kuota CPNS, terutama dari jalur umum. Bila sebelumnya, usulan kuota mencapai 400 kursi, kini hanya dibatasi sekira 200 kursi.
“Memang ada penurunan kursi sekira 50 persen,” kata Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan, Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) I Nyoman Sudiase, seperti dilansir www.manadopost.co.id (28/4).
Dijelaskan, penerimaan CPNS 2011 sudah didasarkan pada kajian kebutuhan kotamobagu akan sumber daya aparatur. Untuk tenaga teknis dibutuhkan sekira 100 orang, tenaga kesehatan sekira 25 orang dan tenaga guru sekira 25 orang. “Dari kajian kebutuhan sudah seperti itu. Karena jumlah PNS di Kotamobagu dapat dikatakan cukup. Saat ini sudah sekira tiga ribuan PNS di Kotamobagu,” jelasnya.
Disinggung soal penerimaan melalui jalur tenaga honor, Nyoman mengatakan dirinya belum bisa memastikan itu. “Kami menunggu saja petunjuk dari pemerintah pusat. Termasuk kuota yang akan diberikan bagi Kotamobagu,” ujarnya.
Soal formasi untuk pelamar berijazah SMA, sudah ditegaskan Sekretaris Kota (Sekkot) Kotamobagu Drs Muhammad Mokoginta, tidak akan diusulkan lagi. “Sebagaimana rencana Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) untuk tidak mengakomodir lulusan SMA, kami juga tidak akan mengusulkan formasi untuk lulusan SMA,” tegasnya.
Sementara Kepala BKDD Kotamobagu Drs Nasrun Gilalom mengatakan, pihaknya dalam penerimaan CPNS 2011 ini, sepenuhnya menunggu keputusan dari KemenPAN-RB. Alasannya, BKDD ditingkat kabupaten/kota tidak punya kewenangan terkait penerimaan CPNS. “Jadi, kita tunggu saja keputusan pusat,” tandasnya.
sumber: www.manadopost.co.id
“Memang ada penurunan kursi sekira 50 persen,” kata Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan, Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) I Nyoman Sudiase, seperti dilansir www.manadopost.co.id (28/4).
Dijelaskan, penerimaan CPNS 2011 sudah didasarkan pada kajian kebutuhan kotamobagu akan sumber daya aparatur. Untuk tenaga teknis dibutuhkan sekira 100 orang, tenaga kesehatan sekira 25 orang dan tenaga guru sekira 25 orang. “Dari kajian kebutuhan sudah seperti itu. Karena jumlah PNS di Kotamobagu dapat dikatakan cukup. Saat ini sudah sekira tiga ribuan PNS di Kotamobagu,” jelasnya.
Disinggung soal penerimaan melalui jalur tenaga honor, Nyoman mengatakan dirinya belum bisa memastikan itu. “Kami menunggu saja petunjuk dari pemerintah pusat. Termasuk kuota yang akan diberikan bagi Kotamobagu,” ujarnya.
Soal formasi untuk pelamar berijazah SMA, sudah ditegaskan Sekretaris Kota (Sekkot) Kotamobagu Drs Muhammad Mokoginta, tidak akan diusulkan lagi. “Sebagaimana rencana Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) untuk tidak mengakomodir lulusan SMA, kami juga tidak akan mengusulkan formasi untuk lulusan SMA,” tegasnya.
Sementara Kepala BKDD Kotamobagu Drs Nasrun Gilalom mengatakan, pihaknya dalam penerimaan CPNS 2011 ini, sepenuhnya menunggu keputusan dari KemenPAN-RB. Alasannya, BKDD ditingkat kabupaten/kota tidak punya kewenangan terkait penerimaan CPNS. “Jadi, kita tunggu saja keputusan pusat,” tandasnya.
sumber: www.manadopost.co.id
Labels:
Kota Kotamobagu
CPNS Mitra Keluhkan Biaya Prajabatan Mencapai 5,5 Juta
Para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2010 mengeluhkan mahalnya biaya mengikuti Diklat Prajabatan (Prajab). “Mau ambil dimana uang sebanyak itu. Kalau bisa tolong dipertimbangkanlah untuk dikurangi biayanya,” keluh seorang CPNS yang enggan namanya seperti dilansir www.manadopost.co.id (28/4).
Ditambahkannya, biaya itu masih belum termasuk dengan biaya untuk penginapan dan konsumsi. “Sehingga kami harus membayar lebih dari 4 juta,” ujarnya.
Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (KDD) Phebe J Punuindoong SH ketika dikonfirmasi menjelaskan, biaya tersebut sudah sesuai surat edaran dari Lembaga Administrasi Negara (LAN). ‘’Memang belum termasuk biaya konsumsi dan penginapan. Makanya saat ini kita sementara mencari penginapan yang sesuai standar. Setelah itu baru kita bisa totalkan biaya keseluruhannya,” jelas Punuindoong.
Seperti diketahui berdasarkan surat edaran 2010 dari LAN, standar biaya umum Diklat untuk CPNS golongan I/II Rp4,4 juta, golongan III Rp5,5 juta.
sumber: www.manadopost.co.id
Ditambahkannya, biaya itu masih belum termasuk dengan biaya untuk penginapan dan konsumsi. “Sehingga kami harus membayar lebih dari 4 juta,” ujarnya.
Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (KDD) Phebe J Punuindoong SH ketika dikonfirmasi menjelaskan, biaya tersebut sudah sesuai surat edaran dari Lembaga Administrasi Negara (LAN). ‘’Memang belum termasuk biaya konsumsi dan penginapan. Makanya saat ini kita sementara mencari penginapan yang sesuai standar. Setelah itu baru kita bisa totalkan biaya keseluruhannya,” jelas Punuindoong.
Seperti diketahui berdasarkan surat edaran 2010 dari LAN, standar biaya umum Diklat untuk CPNS golongan I/II Rp4,4 juta, golongan III Rp5,5 juta.
sumber: www.manadopost.co.id
Labels:
Minahasa Tenggara
Usulan Formasi CPNS 2011, Pemkot Tomohon Menunggu Hasil Pembahasan KemenPAN-RB
USULAN 580 Formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2011 Pemerintah Kota Tomohon masih menunggu hasil pembahasan dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
Hal ini ditegaskan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tomohon Masna Pioh S.Sos.
Pioh memaparkan, yang paling dominan diusulkan adalah tenaga teknis sebanyak 453 formasi, mencakup S1, D3, D2 dan SMA/SMK. Ketika disinggung soal formasi SMA/SMK, Pioh menukas pendek, “Tetap kita usulkan sebanyak 103 formasi, disetujui atau tidak, tergantung dari KemenPAN-RB.”
Lanjutnya, untuk pengusulan 2011 tidak berbeda jauh dengan pengusulan tahun lalu dan diharapkan formasi yang diusulkan dapat terakomodir, begitu juga dengan formasi SMA/SMK. “580 formasi CPNS 2011 diusulkan sesuai kebutuhan riil di lapangan,” pungkas Mantan Camat Tomohon Selatan ini.
sumber: www.manadopost.co.id
Hal ini ditegaskan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tomohon Masna Pioh S.Sos.
Pioh memaparkan, yang paling dominan diusulkan adalah tenaga teknis sebanyak 453 formasi, mencakup S1, D3, D2 dan SMA/SMK. Ketika disinggung soal formasi SMA/SMK, Pioh menukas pendek, “Tetap kita usulkan sebanyak 103 formasi, disetujui atau tidak, tergantung dari KemenPAN-RB.”
Lanjutnya, untuk pengusulan 2011 tidak berbeda jauh dengan pengusulan tahun lalu dan diharapkan formasi yang diusulkan dapat terakomodir, begitu juga dengan formasi SMA/SMK. “580 formasi CPNS 2011 diusulkan sesuai kebutuhan riil di lapangan,” pungkas Mantan Camat Tomohon Selatan ini.
sumber: www.manadopost.co.id
Labels:
Kota Tomohon
Subscribe to:
Posts (Atom)
