Terkait pelaksanaan ujian ulang CPNS 2010. Kepala BKDD Bolmong Timur MR Alung SE kembali menjelaskan, bahwa molornya gelaran ujian tersebut lantaran Universitas Negeri Manado tengah disibukkan persiapan pengadaan materi ujian Akhir Nasional pada Sekolah Menengah Atas di Sulut yang akan berlangsung April medio ini. “Pihak Unima sudah menyatakan bersidia bekerjasama dengan Pemkab Bolmong Timur untuk pengadaan materi soal ujian hingga pemeriksaan Lembar Jawaban Komputer. Namun saat ini, Unima masih fokus pada mempersiapkan materi ujian UAN. Pastinya ujian ulang akan digelar setelah UAN April ini,” terang Alung seperti dilansir KOMENTAR, Rabu (13/04) saat ditemui di ruang kerjanya.
Dia menambahkan, sesuai atas petujuk Menpan-RB kepada Bupati Bolmong Timur Sehan Salim Lanjdar, pelaksanaan ujian ulang telah diserahkan sepenuh-nya kepada pemerintah daerah.
Pihak Kemenpan-RB berharap, pelaksanaan ujian ulang nantinya akan berjalan dengan baik. “Karena itu yang menjadi penekanan oleh Menpan. Dan pemerintah daerah siap untuk menggelar ujian ulang sesuai dengna harapan pemerintah pusat dan daerah,” kata Alung.
Sebelumnya, Bupati Bolmong Timur Sehan Salim Lanjdar telah memperjuangkan aspirasi masyarakat yang menuntu kepada pemerintah untuk memba-talkan tahapan pelaksa-naan ujian tulis CPNS 2010. Para pendemo yang sebagian besar ini adalah orang tua dan pemuda, menilai tahapan perekrtutan CPNS saat itu, mengandung un-sur kecurangan. Bupati Sehan Lanjdar sempat mengungkapkan, tahapan pelaksanaan perekrutan CPNS 2010 telah melanggar petunjuk dan teknis tentang pengadaan perekrutan CPNS.
“Yang mereka (BKD dan panitia) laksanakan itu jelas telah melanggar aturan dan kecurangan.
Ujian ulang ini patut dilakukan karena yang bertanggungjawab sepenuhnya adalah bupati,” kata Eyang sapaan akrab bupati pertama pilihan rakyat ini.
sumber: www.hariankomentar.com
Thursday, April 14, 2011
Wednesday, April 13, 2011
Tujuh Kabupaten/Kota Belum Ajukan Formasi CPNS 2011
Saat ini masih ada kabupaten/kota yang tidak peduli dengan penerimaan CPNS tahun 2011. Pasalnya, dari data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulut, masih ada tujuh kabupaten/kota di Sulut yang belum mengajukan formasi CPNS ke pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PAN-RB.
Ketujuh daerah tersebut yakni, Kabupaten Sitaro, Kabupaten Bolsel, Kabupaten Bolmong, Kabupaten Boltim, Kabupaten Sangihe, Kabupaten Minahasa, dan Kota Bitung. Hal ini diungkapkan Kepala BKD Sulut, Drs Roy Tumiwa MPd saat seperti dilansir Komentar, Rabu (13/04) kemarin.
“Jadi masih ada tujuh daerah yang belum masukkan usulan formasi CPNS 2011. Memang sangat disayangkan dan saya tidak mengetahui secara persis alasan belum ada pengajuan dan usulan tersebut,” ungkap Tumiwa.
Lanjut dikatakan mantan Jubir Pemprop Sulut ini, pengusulan formasi seperti ini sangat penting agar pelaksanaan penerimaan CPNS 2011 bisa dilaksanakan tepat waktu. “Sebenarnya dari surat KemenPAN-RB, batas akhir pengajuan usulan formasi sejak bulan lalu, namun hingga saat ini belum juga dimasukkan,” sesal Tumiwa.
Sedangkan daerah lain diakui Tumiwa sudah mengajukan usulan formasi CPNS 2011. Dikatakan Tumiwa, usulan CPNS dari daerah lain bervariasi dan Kabupaten Minut tercatat paling banyak mengajukan usulan.
Untuk Propinsi Sulut mengajukan usulan 287 kursi, Kota Manado (468), Kota Tomohon (580), Kota Kotamo-bagu (150), Kabupaten Minsel (798), Kabupaten Mitra (350), Kabupaten Bolmut (610), Ka-bupaten Talaud (403) sedangkan Kabupaten Minut mengusulkan formasi 800 kursi.
“Semuanya ini baru sebatas usulan dan nanti diperjuangkan apakah akan disetujui oleh Kementerian PAN-RB atau tidak. Yang pasti kami akan terus berupaya,” tegas Tumiwa.
Terkait pengiriman usulan formasi CPNS, menurut Tumi-wa daerah kabupaten/kota harus melalui pemerintah propinsi karena sesuai aturan, nantinya gubernur yang adalah wakil pemerintah pusat yang akan mengusulkan formasi CPNS.
Sumber: www.hariankomentar.com
Ketujuh daerah tersebut yakni, Kabupaten Sitaro, Kabupaten Bolsel, Kabupaten Bolmong, Kabupaten Boltim, Kabupaten Sangihe, Kabupaten Minahasa, dan Kota Bitung. Hal ini diungkapkan Kepala BKD Sulut, Drs Roy Tumiwa MPd saat seperti dilansir Komentar, Rabu (13/04) kemarin.
“Jadi masih ada tujuh daerah yang belum masukkan usulan formasi CPNS 2011. Memang sangat disayangkan dan saya tidak mengetahui secara persis alasan belum ada pengajuan dan usulan tersebut,” ungkap Tumiwa.
Lanjut dikatakan mantan Jubir Pemprop Sulut ini, pengusulan formasi seperti ini sangat penting agar pelaksanaan penerimaan CPNS 2011 bisa dilaksanakan tepat waktu. “Sebenarnya dari surat KemenPAN-RB, batas akhir pengajuan usulan formasi sejak bulan lalu, namun hingga saat ini belum juga dimasukkan,” sesal Tumiwa.
Sedangkan daerah lain diakui Tumiwa sudah mengajukan usulan formasi CPNS 2011. Dikatakan Tumiwa, usulan CPNS dari daerah lain bervariasi dan Kabupaten Minut tercatat paling banyak mengajukan usulan.
Untuk Propinsi Sulut mengajukan usulan 287 kursi, Kota Manado (468), Kota Tomohon (580), Kota Kotamo-bagu (150), Kabupaten Minsel (798), Kabupaten Mitra (350), Kabupaten Bolmut (610), Ka-bupaten Talaud (403) sedangkan Kabupaten Minut mengusulkan formasi 800 kursi.
“Semuanya ini baru sebatas usulan dan nanti diperjuangkan apakah akan disetujui oleh Kementerian PAN-RB atau tidak. Yang pasti kami akan terus berupaya,” tegas Tumiwa.
Terkait pengiriman usulan formasi CPNS, menurut Tumi-wa daerah kabupaten/kota harus melalui pemerintah propinsi karena sesuai aturan, nantinya gubernur yang adalah wakil pemerintah pusat yang akan mengusulkan formasi CPNS.
Sumber: www.hariankomentar.com
Monday, April 11, 2011
Ujian Ulang CPNS 2010 Boltim, Kewenangan Bupati
Bupati Bolmong Timur, Sehan Salim Landjar melalui Kepala Bagian Humas dan Protokoler Arfan Palima kembali menegaskan, bahwa pelaksanaan ujian ulang CPNS 2010 yang kini tengah dalam proses kerjasama dengan per-guruan tinggi Unima (Universitas Manado), merupakan kewenangan dan menjadi ranahnya Bupati Bolmong Timur selaku Pembina Kepegawaian Daerah.
Soal ujian ulang CPNS 2010 di Bolmong Timur, Kemen-pan-RB tidak dapat menga-tur, terlebih lagi mengambil alih persoalan perekrutan CPNS di daerah. Penegasan tersebut kembali dilontarkan terkait mulai munculnya lagi, bahwa ujian ulang CPNS 2010 tidak mendapatkan restu oleh Kemenpan-RB.
“Kemenpan tidak bisa menolak atau memutuskan bahwa CPNS di Boltim harus atau tidak diulang. Karena taha-pan perekrutan calon pegawai di daerah adalah kewenangan bupati, bukan pemerintah pu-sat,” ungkap Palima meneruskan pernyataan Bupati Sehan Lanjdar.
Hal senada juga disampai-kan Ketua Komisi I Bidang Hukum dan Pemerintah DPRD Bolmong Timur Sofyan Alhabsih. Dia menilai kalau Kemenpan akhirnya nanti memaksakan tidak ada ujian ulang pada pengangkatan calon pegawai negeri 2010, yang nyata-nyata telah terjadi penyimpangan dan kecurangan itu, maka pihak dewan akan menggugat perekrutan CPNS 2009 yang juga bermasalah pidana itu dibatalkan.
“Kalau tahun 2010 tidak ada pengangkatan, 2009 juga harus dibatalkan, karena pelanggaran dan kecurangan. Karena pelaksanaan rekrutmen CPNS 2009 telah memakan tumbal, di mana salah seorang pejabat Boltim akhirnya diputuskan bersalah dan kini menjalani proses hukum,” ucap Ama Um sapaan akbrab Alhabsih.
Sementara itu, Kepala BKDD Bolmong Timur MR Alung SE ketika ditemui KOMENTAR baru-baru ini menyatakan, terkait kerja sama dengan Unima pada pelaksanaan ujian ulang, pihaknya telah bertemu langsung dengan petinggi Unima. Hanya saja, Unima masih membutuhkan waktu untuk penyelesaian agenda ujian doktor yang te-ngah berlangsung saat ini.
“Yang pasti April ini. Unima telah menyatakan kesedian untuk bekerjasama dengan Pemkab Boltim untuk pelaksanaan ujian ulang,” kata Alung di kantor Setda Bolmong Timur, Senin kemarin.
Seperti diketahui, sebelum-nya Plh Sekda Bolmong Timur Mohammad Assegaf menyatakan, pelaksanaan ujian ulang akan berlangsung pada tanggal 7 April.
Namun belakangan ujian yang diikuti 4000-an peserta pelamar CPNS itu rupanya mengalami kemoloran. Pihak Unima meminta kesediaan waktu persiapan penyiapan materi ujian.
sumber: www.hariankomentar.com
Soal ujian ulang CPNS 2010 di Bolmong Timur, Kemen-pan-RB tidak dapat menga-tur, terlebih lagi mengambil alih persoalan perekrutan CPNS di daerah. Penegasan tersebut kembali dilontarkan terkait mulai munculnya lagi, bahwa ujian ulang CPNS 2010 tidak mendapatkan restu oleh Kemenpan-RB.
“Kemenpan tidak bisa menolak atau memutuskan bahwa CPNS di Boltim harus atau tidak diulang. Karena taha-pan perekrutan calon pegawai di daerah adalah kewenangan bupati, bukan pemerintah pu-sat,” ungkap Palima meneruskan pernyataan Bupati Sehan Lanjdar.
Hal senada juga disampai-kan Ketua Komisi I Bidang Hukum dan Pemerintah DPRD Bolmong Timur Sofyan Alhabsih. Dia menilai kalau Kemenpan akhirnya nanti memaksakan tidak ada ujian ulang pada pengangkatan calon pegawai negeri 2010, yang nyata-nyata telah terjadi penyimpangan dan kecurangan itu, maka pihak dewan akan menggugat perekrutan CPNS 2009 yang juga bermasalah pidana itu dibatalkan.
“Kalau tahun 2010 tidak ada pengangkatan, 2009 juga harus dibatalkan, karena pelanggaran dan kecurangan. Karena pelaksanaan rekrutmen CPNS 2009 telah memakan tumbal, di mana salah seorang pejabat Boltim akhirnya diputuskan bersalah dan kini menjalani proses hukum,” ucap Ama Um sapaan akbrab Alhabsih.
Sementara itu, Kepala BKDD Bolmong Timur MR Alung SE ketika ditemui KOMENTAR baru-baru ini menyatakan, terkait kerja sama dengan Unima pada pelaksanaan ujian ulang, pihaknya telah bertemu langsung dengan petinggi Unima. Hanya saja, Unima masih membutuhkan waktu untuk penyelesaian agenda ujian doktor yang te-ngah berlangsung saat ini.
“Yang pasti April ini. Unima telah menyatakan kesedian untuk bekerjasama dengan Pemkab Boltim untuk pelaksanaan ujian ulang,” kata Alung di kantor Setda Bolmong Timur, Senin kemarin.
Seperti diketahui, sebelum-nya Plh Sekda Bolmong Timur Mohammad Assegaf menyatakan, pelaksanaan ujian ulang akan berlangsung pada tanggal 7 April.
Namun belakangan ujian yang diikuti 4000-an peserta pelamar CPNS itu rupanya mengalami kemoloran. Pihak Unima meminta kesediaan waktu persiapan penyiapan materi ujian.
sumber: www.hariankomentar.com
Pemkot Tomohon Tetap Usulkan Formasi SMA/SMK
Meskipun Kementerian Pendayagunaan dan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB)menolak untuk mengakomodir formasi SMA/SMK, namun BKD Kota Tomohon tetap berupaya untuk mengusulkan formasi tersebut ke pusat.
"Formasi SMA/SMK tetap diusulkan meskipun memang keputusan akhir ada di tangan KemenPAN-RB," tegas Kepala Kepegawaian Daerah Kota Tomohon, Masna Pioh, S.Sos.
Usulan 103 formasi lulusan SMA/SMK untuk penerimaan CPNS tahun 2011 sendiri akan diposisikan pada jabatan-jabatan khusus, diantaranya pemandu wisata, staf penyuluh pertanian, teknisi mesin, arsiparis pegawai administrasi keuangan, polisi pamong praja, teknisi bangunan, teknisi listrik hingga polisi hutan atau jagawana.
"580 Formasi CPNS 2011 yang diusulkan ke pusat tidak sekedar usulan, tetapi akan diperjuangkan," sambung Mantan Camat Tomohon Selatan seraya menambahkan formasi yang diusulkan itu berdasarkan kebutuhan CPNS sekarang.
Mantan Kabag Umum Pemkot TOmohon ini menambahkan, untuk pelamar Diploma II hingga Stata I akan ditempatkan antara lain sebagai pustakawan, tenaga kultur jaringan, analisis data geologi, inspektur tambang, analisis dampak limbah industri, analisis laboratorium, apoteker, asisten apoteker, bidan dan dokter hewan.
Mengenai formasi SMA/SMK, Kepala Bagian Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Tumpak Hutabarat sebelumnya memberikan penegasan bahwa Pemda diminta untuk tidak mengusulkan lulusan SLTA dalam formasi CPNS 2011.
Pasalnya, berdasarkan statistik jumlah PNS yang berasal dari SMA masih cukup banyak sehingga jumlah ini akan dikurangi pemerintah secara bertahap. Hanya saja, lulusan SMA masih memungkinkan dalam formasi CPNS, lewat jalur honorer tertinggal.
Karena berdasarkan verifikasi dan validasi honorer katogeri I (yang dibiayai APBN/APBD), banyak lulusan SMA.
"Kalau lulusan SMA yang merupakan honorer tertinggal bisa masuk dalam formasi. Namun tidak berlaku untuk formasi pelamar umum," ungkap Hutabarat seraya menambahkan pemerintah berencana merekrut sebanyak 100 ribu CPNS 2011 dengan pendidikan terendah adalah Diploma II (DII).
sumber: www.mdopost.com
"Formasi SMA/SMK tetap diusulkan meskipun memang keputusan akhir ada di tangan KemenPAN-RB," tegas Kepala Kepegawaian Daerah Kota Tomohon, Masna Pioh, S.Sos.
Usulan 103 formasi lulusan SMA/SMK untuk penerimaan CPNS tahun 2011 sendiri akan diposisikan pada jabatan-jabatan khusus, diantaranya pemandu wisata, staf penyuluh pertanian, teknisi mesin, arsiparis pegawai administrasi keuangan, polisi pamong praja, teknisi bangunan, teknisi listrik hingga polisi hutan atau jagawana.
"580 Formasi CPNS 2011 yang diusulkan ke pusat tidak sekedar usulan, tetapi akan diperjuangkan," sambung Mantan Camat Tomohon Selatan seraya menambahkan formasi yang diusulkan itu berdasarkan kebutuhan CPNS sekarang.
Mantan Kabag Umum Pemkot TOmohon ini menambahkan, untuk pelamar Diploma II hingga Stata I akan ditempatkan antara lain sebagai pustakawan, tenaga kultur jaringan, analisis data geologi, inspektur tambang, analisis dampak limbah industri, analisis laboratorium, apoteker, asisten apoteker, bidan dan dokter hewan.
Mengenai formasi SMA/SMK, Kepala Bagian Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Tumpak Hutabarat sebelumnya memberikan penegasan bahwa Pemda diminta untuk tidak mengusulkan lulusan SLTA dalam formasi CPNS 2011.
Pasalnya, berdasarkan statistik jumlah PNS yang berasal dari SMA masih cukup banyak sehingga jumlah ini akan dikurangi pemerintah secara bertahap. Hanya saja, lulusan SMA masih memungkinkan dalam formasi CPNS, lewat jalur honorer tertinggal.
Karena berdasarkan verifikasi dan validasi honorer katogeri I (yang dibiayai APBN/APBD), banyak lulusan SMA.
"Kalau lulusan SMA yang merupakan honorer tertinggal bisa masuk dalam formasi. Namun tidak berlaku untuk formasi pelamar umum," ungkap Hutabarat seraya menambahkan pemerintah berencana merekrut sebanyak 100 ribu CPNS 2011 dengan pendidikan terendah adalah Diploma II (DII).
sumber: www.mdopost.com
Labels:
Kota Tomohon
Thursday, April 7, 2011
Pemkab Minahasa Akan Rekrut CPNS Tahun 2011
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa hingga kini masih melakukan kajian terkait rekrutmen CPNS tahun 2011. Hal ini dibenarkan Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Kabupaten Mi-nahasa, Drs Yori Gumansing.
“Yang pasti, akan ada rekrutmen tahun ini. Namun masih dikaji berupa kuota dan formasi apa saja yang dibutuhkan nantinya,” kata Gumansing seperti dilansir Komentar, Rabu (06/04) kemarin.
Dikatakannya, beberapa formasi tenaga teknis seperti guru dan tenaga kesehatan, tetap menjadi prioritas. Sebab banyak kecamatan di daerah terpencil yang masih membutuhkan tenaga kesehatan bahkan guru.
“Tenaga-tenaga teknis memang masih kekurangan. Dan itu kita akan kaji,” katanya seraya menambahkan, tenaga-tenaga teknis tersebut rencananya akan ditempatkan pada daerah terpencil, mengingat desakan kebutuhan.
Ditambahkan, kajian ini juga akan disinkronkan dengan kebutuhan pegawai di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Bila sudah selesai dikaji, hasilnya akan segera dikirim ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut.
sumber: www.hariankomentar.com
“Yang pasti, akan ada rekrutmen tahun ini. Namun masih dikaji berupa kuota dan formasi apa saja yang dibutuhkan nantinya,” kata Gumansing seperti dilansir Komentar, Rabu (06/04) kemarin.
Dikatakannya, beberapa formasi tenaga teknis seperti guru dan tenaga kesehatan, tetap menjadi prioritas. Sebab banyak kecamatan di daerah terpencil yang masih membutuhkan tenaga kesehatan bahkan guru.
“Tenaga-tenaga teknis memang masih kekurangan. Dan itu kita akan kaji,” katanya seraya menambahkan, tenaga-tenaga teknis tersebut rencananya akan ditempatkan pada daerah terpencil, mengingat desakan kebutuhan.
Ditambahkan, kajian ini juga akan disinkronkan dengan kebutuhan pegawai di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Bila sudah selesai dikaji, hasilnya akan segera dikirim ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut.
sumber: www.hariankomentar.com
Ujian CPNS Boltim 2010 Tidak Akan Diulang
Gubernur Sulut, Dr SH Sarundajang melalui Juru Bicara Pemprov Christian Sumampouw SH MEd menegaskan bahwa untuk persoalan ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Boltim tidak akan diulang.
Hal ini ditegaskan Sumampouw berdasarkan surat dari Kementerian PAN-RB nomor B/803/M.PAN-RB/3/2011 tanggal 16 Maret perihal pengadaan CPNS daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
“Memang berkembang informasi bahwa CPNS di Boltim akan diulang. Namun dengan surat dari Kemenpan-RB yang diterima pemprop sejak Selasa lalu, ditegaskan kembali tidak ada ujian ulang bagi CPNS Boltim,” ujarnya.
Selain itu, dalam surat tersebut dijelaskan pula bahwa hasil klarifikasi dan verifikasi tim gabungan dari pejabat Kementerian PAN-RB, BKN pusat, BKN regional XI, BKD Sulut dan Inspektorat, tidak ditemukan fakta yang menjadi alasan untuk membatalkan dan mengulang kembali tes/ ujian tertulis CPNS Boltim.
“Beberapa waktu lalu ada tim gabungan dari pusat dan daerah yang turun langsung ke lapangan untuk mengecek dan ternyata tidak ada fakta dan bukti bahwa terjadi pe-langgaran. Hasil ujian CPNS Boltim lalu sudah sah,” sambungnya.
Selain itu, Sumampouw yang juga Kabag Humas Setdaprov Sulut ini mengingatkan kepada Pemkab Boltim yang tetap bersikeras melakukan ujian ulang lewat surat Bupati 824.4/B.06/BKD/III/73/2011 yang mengatakan akan ada ujian ulang.
“Jika memang pemkab tetap melakukan ujian ulang, dengan alasan stabilitas keamanan dan memenuhi harapan masyarakat dapat dipahami dan hal tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah daerah Boltim,” ingatnya.
Untuk kabupaten Minut sendiri, Sumampouw belum memastikan apakah akan diulang atau tidak. “Untuk Minut masih akan tunggu surat dari Kemenpan-RB,” tutupnya.
sumber: www.hariankomentar.com
Hal ini ditegaskan Sumampouw berdasarkan surat dari Kementerian PAN-RB nomor B/803/M.PAN-RB/3/2011 tanggal 16 Maret perihal pengadaan CPNS daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
“Memang berkembang informasi bahwa CPNS di Boltim akan diulang. Namun dengan surat dari Kemenpan-RB yang diterima pemprop sejak Selasa lalu, ditegaskan kembali tidak ada ujian ulang bagi CPNS Boltim,” ujarnya.
Selain itu, dalam surat tersebut dijelaskan pula bahwa hasil klarifikasi dan verifikasi tim gabungan dari pejabat Kementerian PAN-RB, BKN pusat, BKN regional XI, BKD Sulut dan Inspektorat, tidak ditemukan fakta yang menjadi alasan untuk membatalkan dan mengulang kembali tes/ ujian tertulis CPNS Boltim.
“Beberapa waktu lalu ada tim gabungan dari pusat dan daerah yang turun langsung ke lapangan untuk mengecek dan ternyata tidak ada fakta dan bukti bahwa terjadi pe-langgaran. Hasil ujian CPNS Boltim lalu sudah sah,” sambungnya.
Selain itu, Sumampouw yang juga Kabag Humas Setdaprov Sulut ini mengingatkan kepada Pemkab Boltim yang tetap bersikeras melakukan ujian ulang lewat surat Bupati 824.4/B.06/BKD/III/73/2011 yang mengatakan akan ada ujian ulang.
“Jika memang pemkab tetap melakukan ujian ulang, dengan alasan stabilitas keamanan dan memenuhi harapan masyarakat dapat dipahami dan hal tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah daerah Boltim,” ingatnya.
Untuk kabupaten Minut sendiri, Sumampouw belum memastikan apakah akan diulang atau tidak. “Untuk Minut masih akan tunggu surat dari Kemenpan-RB,” tutupnya.
sumber: www.hariankomentar.com
Tuesday, April 5, 2011
Tomohon Usulkan 580 Formasi CPNS 2011
Tahun ini Kota Tomohon mengusulkan sebanyak 580 formasi CPNS ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB). Dari jumlah tersebut, menurut Plt Walikota Tomohon Jimmy Eman SEAk, 103 diantaranya merupakan lulusan SMA dan SMK.
Dikatakannya, usulan formasi CPNS tahun 2011 lebih banyak dibandingkan tahun 2010 yang hanya berjumlah 559 formasi, dikarenakan kebutuhan CPNS mengalami peningkatan terutama untuk formasi teknis, kesehatan mau pun guru. “Usulan yang kita sampaikan ke Kemenpan RB didasarkan pada kebutuhan sebanyak 42 SKPD yang ada di Pemkot Tomohon,” kata Eman, Senin (04/04).
Eman mengharapkan usulan formasi SMA/SMK yang disodorkan ke pusat dapat dipertimbangkan sebagaimana tahun 2010 lalu. “Kalau melihat kebutuhan, lulusan SMA/SMK masih sangat diperlukan, terutama untuk mengisi kekurangan tenaga di SKPD, kelurahan mau pun kecamatan. Untuk itu, kita sangat berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkannya,” tandasnya.
sumber: www.hariankomentar.com
Dikatakannya, usulan formasi CPNS tahun 2011 lebih banyak dibandingkan tahun 2010 yang hanya berjumlah 559 formasi, dikarenakan kebutuhan CPNS mengalami peningkatan terutama untuk formasi teknis, kesehatan mau pun guru. “Usulan yang kita sampaikan ke Kemenpan RB didasarkan pada kebutuhan sebanyak 42 SKPD yang ada di Pemkot Tomohon,” kata Eman, Senin (04/04).
Eman mengharapkan usulan formasi SMA/SMK yang disodorkan ke pusat dapat dipertimbangkan sebagaimana tahun 2010 lalu. “Kalau melihat kebutuhan, lulusan SMA/SMK masih sangat diperlukan, terutama untuk mengisi kekurangan tenaga di SKPD, kelurahan mau pun kecamatan. Untuk itu, kita sangat berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkannya,” tandasnya.
sumber: www.hariankomentar.com
Labels:
Kota Tomohon
Subscribe to:
Posts (Atom)
