Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Tomohon telah menetapkan rancangan kuota formasi CPNS tahun 2010 yang akan diusulkan ke pusat. Rencananya, kuota yang akan diusulkan ke kementrian pendayagunaan aparatur negara sebanyak 520 kursi.
“Draf usulan formasi sedang disusun. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa diusulkan ke Menpan. Setelah disetujui Menpan baru akan ditetapkan,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Tomohon, Drs Alex Uguy kepada wartawan, Jumat (05/03)kemarin.
Jumlah tersebut, lanjut Uguy, disesuaikan dengan kebutuhan sehingga diperkirakan sudah dapat menutupi kekurangan PNS di lingkup Pemkot Tomohon. “Formasi yang bakal diusulkan meliputi kebutuhan di Dipenpora, Dinkes, Disparbud, BLH, Kantor Perpustakaan dan Arsip, Sat Pol PP, Badan Penanggulangan Bencana dan Damkar, serta BKKBN,” terangnya seraya mengatakan, masih ada beberapa SKPD yang belum memasukan usulan kebutuhan pegawai ke BKD.
Menurut Uguy, juknis penerimaan CPNS dari Menpan sudah dikantongi BKD Tomohon dan akan dikonsultasikan ke walikota. “Yang pasti, kami siap menggelar rekrutmen,” ujarnya.
Uguy menambakan, untuk kebutuhan tahun ini masih memprioritaskan tenaga guru dan tenaga kesehatan. Hal ini dikarenakan tenaga guru dan kesehatan merupakan tenaga vital untuk pelayanan dasar.
sumber: www.hariankomentar.com
Sunday, March 7, 2010
SMA Bisa Direkrut Menjadi CPNS Kab. Minahasa Utara Tahun 2010
Ini kabar gembira bagi masyarakat Minahasa Utara. Betapa tidak, dari hasil lobi-lobi Komisi A DPRD Minut di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), dipastikan tahun 2010 ini lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bisa direkrut menjadi CPNS di tahun 2010 ini.
Ketua Komisi A DPRD Minut Henry Walukow SE saat dihubungi Komentar, Jumat (05/03) mengatakan, Komisi A DPRD Minut sudah bertemu de-ngan Deputi SDM Menpan-RB dan mendapat penjelasan bahwa lulusan SMK bisa direkrut menjadi CPNS dan tergantung apa ada usulan dari pemkab/pemkot dan propinsi terkait dibutuhkannya tenaga SMK.
“Dijelaskan bahwa lulusan SMK bisa direkrut, asalkan ada usulan dari pemda. Nah mengingat lulusan SMK memang siap pakai maka pemerintah pusat ternyata sudah menyiasati untuk merekrut mereka. Sedangkan lulusan SMA, nampaknya peluang belum ada, sebab lulusan SMA proyeksinya untuk kuliah, sehingga yang diprioritaskan adalah lulusan SMK,” jelas Henry.
Henry menambahkan, pihaknya sempat menanyakan sekali lagi apa lulusan SMA ada peluang atau tidak, mengapa dibedakan dengan lulusan SMK. “Penjelasannya sangat simple di mana SMK, sejak sekolah sudah dibiasakan dengan dunia usaha, dan dunia industri seperti praktik sistem ganda, sehingga mereka dinilai sudah siap masuk pangsa pasar kerja. Maka jika ada pemda kabupaten/kota memasukkan formasi SMK, itu akan direstui,” tandasnya.
Selain itu juga disinggung soal tenaga honor daerah yang sudah kerja di bawah tahun 2005 dan memiliki keabsahan seperti SK bupati. “Mereka bisa diusulkan untuk diangkat dan tidak lagi mengikuti ujian CPNS,” jelas Henry.
Terkait hal ini, katanya, setelah kembali ke Minut, pihaknya akan berkoordinasi dengan BKDD Minut sebagai instansi teknis yang menangani CPNS. “Kami akan berkoordinasi dengan BKDD Minut, sebab ada peluang besar jika ada usulan tenaga SMK dari Pemkab Minut untuk diangkat menjadi CPNS. Di sini akan dilihat SKPD mana yang membutuhkan tenaga SMK supaya pengusulannya lebih valid,” tandasnya
.
Begitu juga lanjutnya, soal tenaga honor daerah yang sempat tercecer dan belum di-angkat. “Kami mau berkoordiniasi soal data mereka supaya diusulkan ke pusat. Mudah-mudahan tidak ada kendala lagi bagi mereka. Untuk itu mulai sekarang segera benahi dan kumpul bukti-bukti SK honor daerah yang sempat mereka terima lalu,” kuncinya.
sumber www.hariankomentar.com
Ketua Komisi A DPRD Minut Henry Walukow SE saat dihubungi Komentar, Jumat (05/03) mengatakan, Komisi A DPRD Minut sudah bertemu de-ngan Deputi SDM Menpan-RB dan mendapat penjelasan bahwa lulusan SMK bisa direkrut menjadi CPNS dan tergantung apa ada usulan dari pemkab/pemkot dan propinsi terkait dibutuhkannya tenaga SMK.
“Dijelaskan bahwa lulusan SMK bisa direkrut, asalkan ada usulan dari pemda. Nah mengingat lulusan SMK memang siap pakai maka pemerintah pusat ternyata sudah menyiasati untuk merekrut mereka. Sedangkan lulusan SMA, nampaknya peluang belum ada, sebab lulusan SMA proyeksinya untuk kuliah, sehingga yang diprioritaskan adalah lulusan SMK,” jelas Henry.
Henry menambahkan, pihaknya sempat menanyakan sekali lagi apa lulusan SMA ada peluang atau tidak, mengapa dibedakan dengan lulusan SMK. “Penjelasannya sangat simple di mana SMK, sejak sekolah sudah dibiasakan dengan dunia usaha, dan dunia industri seperti praktik sistem ganda, sehingga mereka dinilai sudah siap masuk pangsa pasar kerja. Maka jika ada pemda kabupaten/kota memasukkan formasi SMK, itu akan direstui,” tandasnya.
Selain itu juga disinggung soal tenaga honor daerah yang sudah kerja di bawah tahun 2005 dan memiliki keabsahan seperti SK bupati. “Mereka bisa diusulkan untuk diangkat dan tidak lagi mengikuti ujian CPNS,” jelas Henry.
Terkait hal ini, katanya, setelah kembali ke Minut, pihaknya akan berkoordinasi dengan BKDD Minut sebagai instansi teknis yang menangani CPNS. “Kami akan berkoordinasi dengan BKDD Minut, sebab ada peluang besar jika ada usulan tenaga SMK dari Pemkab Minut untuk diangkat menjadi CPNS. Di sini akan dilihat SKPD mana yang membutuhkan tenaga SMK supaya pengusulannya lebih valid,” tandasnya
.
Begitu juga lanjutnya, soal tenaga honor daerah yang sempat tercecer dan belum di-angkat. “Kami mau berkoordiniasi soal data mereka supaya diusulkan ke pusat. Mudah-mudahan tidak ada kendala lagi bagi mereka. Untuk itu mulai sekarang segera benahi dan kumpul bukti-bukti SK honor daerah yang sempat mereka terima lalu,” kuncinya.
sumber www.hariankomentar.com
Labels:
Minahasa Utara,
Penerimaan
Peluang Lulusan SMA Dalam Penerimaan CPNS 2010 Masih Terbuka
MenPAN dan Reformasi Birokrasi, Letjen (Purn) EE Mangindaan mengatakan, peluang lulusan SMA diakomodasi dalam penerimaan CPNS 2010 ini, masih terbuka. “Saya kira mestinya ada. Masa cuma butuh juru ketik harus merekrut dari lulusan S1 atau S2. Namun peluang tersebut tidak kita pukul rata. Tetapi tetap kita beri kesempatan,” ungkapnya kepada Komentar, baru-baru ini.
Secara terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Propinsi Sulut Jeffry Korengkeng SH MSi mengatakan, dalam usulan formasi ke pusat nanti, pihaknya berencana untuk memperjuangkan lulusan SMA. “Lulusan SMA ini untuk mengisi formasi Satpol PP, yang pada 2009 lalu tak disetujui pusat,” tukasnya.
Terkait usulan dari daerah, Mangindaan menegaskan, agar usulan penerimaan CPNS 2010 dari daerah ke pusat, harus terbebas usulan fiktif. “Jangan ada laporan yang melanggar ketentuan,” tandasnya. Sejauh ini, pihaknya masih melakukan pembahasan terkait mekanisme penerimaannya. Yang pasti, penerimaan tahun ini masih mengakomodasi ketentuan yang lama.
“Kita tetap mempunyai prinsip, peraturan yang lama masih tetap diberlakukan. Tetapi ada perubahan sedikit tentang kehendak di bawah, itu masih dirapatkan,” tukasnya. Namun dia tidak merinci prinsip dan kehendak dari bawah tersebut. Hanya saja, dia menyesalkan rekrutmen tahun sebelumnnya, karena banyak ditemukan pelanggaran.
Soal itu, dirinya mengaku sudah memanggil pihak-pihak tersebut. Dia mencontohkan laporan tersebut di antaranya terjadi di Kotamobagu. “Semua pihak harus mengikuti aturan yang benar,”tandasnya. Selain itu, mantan Gubernur Sulut ini mengimbau agar daerah mengusulkan formasi harus melihat SDM-nya. “Jangan paksakan kehendak. Jika tidak maka daerah tersebut yang rugi,” katanya seraya menambahkan, untuk mengatasi hal tersebut, sebaiknya jauh-jauh hari daerah memberi informasi supaya pusat dapat mencarikan solusinya.
“Kalau diberitahu sebelumnya terhadap kekosongan tersebut, maka kita beri kesempatan propinsi lain yang mempunyai SDM yang dimak-sud untuk mengisi kekosongan itu. Kita tetap memberi peluang propinsi lain untuk mengisi kekosongan daerah yang dimaksud,” ulasnya. Dia mengumpamakan daerah tersebut tidak ada dokter gigi untuk mengisi kekosongannya, maka diberi kesempatan SDM daerah lainnya untuk mengisinya.
“Mari kita lihat betul- betul proporsional. Itu kita serahkan ke bawah. Daerah jangan memaksakan kehendaknya,” imbuh Lape, sapaan akrabnya. Sementara soal jadwal penerimaan CPNS, Mantan Ketua Komisi II DPR RI ini memperkirakan dilakukan bulan Juli mendatang. “Kemungkinan rekrutmen berlangsung bulan Juni atau Juli,” tukasnya.
Pada bagian lain, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Propinsi Sulut Jeffry Korengkeng SH MSi menegas-kan bahwa tahapan CPNS akan dimulai ketika pusat sudah menetapkan jumlah formasi. “Saat ini BKN baru meminta laporan kebutuhan formasi. Dan itu sedang kita persiapkan. Rencananya pada pertengahan bulan Maret ini, akan kita dikirimkan,” kata Korengkeng.
Khusus di lingkup Pemprop Sulut, Korengkeng mengata-kan bahwa jumlah formasi yang diusulkan ke BKN, tidak sebanyak pada tahun 2009 yang mencapai 387 formasi. Sementara untuk 2010 ini hanya sekitar 80-an formasi. “Memang tidak banyak, karena formasi yang diusulkan hanya memenuhi kebutuhan yang pada waktu lalu belum terisi,” tandasnya.
Sementara itu, pada pengisian formasi, BKD masih memberikan prioritas utama pada kebutuhan teknis seperti perawat dan pranata laporan. Sedangkan pranata komputer diperkirakan hanya sekitar dua hingga tiga orang saja. “Formasi terbanyak pada 2009 adalah pranata komputer. Dengan demikian hampir semua SKPD kebutuhannya sudah terpenuhi,” kuncinya.
sumber: www.hariankomentar.com
Secara terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Propinsi Sulut Jeffry Korengkeng SH MSi mengatakan, dalam usulan formasi ke pusat nanti, pihaknya berencana untuk memperjuangkan lulusan SMA. “Lulusan SMA ini untuk mengisi formasi Satpol PP, yang pada 2009 lalu tak disetujui pusat,” tukasnya.
Terkait usulan dari daerah, Mangindaan menegaskan, agar usulan penerimaan CPNS 2010 dari daerah ke pusat, harus terbebas usulan fiktif. “Jangan ada laporan yang melanggar ketentuan,” tandasnya. Sejauh ini, pihaknya masih melakukan pembahasan terkait mekanisme penerimaannya. Yang pasti, penerimaan tahun ini masih mengakomodasi ketentuan yang lama.
“Kita tetap mempunyai prinsip, peraturan yang lama masih tetap diberlakukan. Tetapi ada perubahan sedikit tentang kehendak di bawah, itu masih dirapatkan,” tukasnya. Namun dia tidak merinci prinsip dan kehendak dari bawah tersebut. Hanya saja, dia menyesalkan rekrutmen tahun sebelumnnya, karena banyak ditemukan pelanggaran.
Soal itu, dirinya mengaku sudah memanggil pihak-pihak tersebut. Dia mencontohkan laporan tersebut di antaranya terjadi di Kotamobagu. “Semua pihak harus mengikuti aturan yang benar,”tandasnya. Selain itu, mantan Gubernur Sulut ini mengimbau agar daerah mengusulkan formasi harus melihat SDM-nya. “Jangan paksakan kehendak. Jika tidak maka daerah tersebut yang rugi,” katanya seraya menambahkan, untuk mengatasi hal tersebut, sebaiknya jauh-jauh hari daerah memberi informasi supaya pusat dapat mencarikan solusinya.
“Kalau diberitahu sebelumnya terhadap kekosongan tersebut, maka kita beri kesempatan propinsi lain yang mempunyai SDM yang dimak-sud untuk mengisi kekosongan itu. Kita tetap memberi peluang propinsi lain untuk mengisi kekosongan daerah yang dimaksud,” ulasnya. Dia mengumpamakan daerah tersebut tidak ada dokter gigi untuk mengisi kekosongannya, maka diberi kesempatan SDM daerah lainnya untuk mengisinya.
“Mari kita lihat betul- betul proporsional. Itu kita serahkan ke bawah. Daerah jangan memaksakan kehendaknya,” imbuh Lape, sapaan akrabnya. Sementara soal jadwal penerimaan CPNS, Mantan Ketua Komisi II DPR RI ini memperkirakan dilakukan bulan Juli mendatang. “Kemungkinan rekrutmen berlangsung bulan Juni atau Juli,” tukasnya.
Pada bagian lain, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Propinsi Sulut Jeffry Korengkeng SH MSi menegas-kan bahwa tahapan CPNS akan dimulai ketika pusat sudah menetapkan jumlah formasi. “Saat ini BKN baru meminta laporan kebutuhan formasi. Dan itu sedang kita persiapkan. Rencananya pada pertengahan bulan Maret ini, akan kita dikirimkan,” kata Korengkeng.
Khusus di lingkup Pemprop Sulut, Korengkeng mengata-kan bahwa jumlah formasi yang diusulkan ke BKN, tidak sebanyak pada tahun 2009 yang mencapai 387 formasi. Sementara untuk 2010 ini hanya sekitar 80-an formasi. “Memang tidak banyak, karena formasi yang diusulkan hanya memenuhi kebutuhan yang pada waktu lalu belum terisi,” tandasnya.
Sementara itu, pada pengisian formasi, BKD masih memberikan prioritas utama pada kebutuhan teknis seperti perawat dan pranata laporan. Sedangkan pranata komputer diperkirakan hanya sekitar dua hingga tiga orang saja. “Formasi terbanyak pada 2009 adalah pranata komputer. Dengan demikian hampir semua SKPD kebutuhannya sudah terpenuhi,” kuncinya.
sumber: www.hariankomentar.com
Labels:
Penerimaan
Friday, March 5, 2010
Pemkot Tomohon Perketat Seleksi CPNS 2010
TOMOHON-Pemerintah Kota (Pemko) Tomohon memperketat seleksi formasi CPNS yang akan diusulkan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Tak semua usulan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) diakomodir, hanya kebutuhan mendesak yang diprioritaskan.
Sebab, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tomohon memprioritaskan kebutuhan pegawai di tingkat kelurahan. "Ini memang diprioritaskan sejak tahun lalu namun jatah SMK yang diberikan kurang dari yang dibutuhkan," ujar Kepala BKD Tomohon Alex Uguy, Kamis (04/03/10) kemarin.
Tahun ini pihaknya menargetkan 250 kuota untuk lulusan SMK. Jatah 250 kuota ini, kata dia, belum termasuk jatah 10 persen untuk lulusan SMA. "Jatah 10 persen untuk SMA itu sudah pasti. Ini tidak bisa ditawar lagi," tegas dia.
Namun, BKD tetap menunggu usulan formasi dari masing-masing SKPD, untuk dikaji dalam penyusunan formasi yang nantinya dibawa ke Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (MenPAN). "Sampai saat ini baru tujuh SKPD yang memasukkan usulan," tutur dia.
Tujuh SKPD tersebut adalah (BKKBN), Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud), Badan Lingkungan Hidup (BLH), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora), Dinas Kesehatan dan Sosial (Dinkesos), Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Perpustakaan Daerah.
BKKBN meminta 21 kuota CPNS, Disparbud mengusulkan enam kuota, BLH meminta enam kuota, Dikpora meminta 68 jatah guru, Dinkesos meminta 105 kuota, BPB meminta 57 kuota, Perpustakaan Daerah meminta enam kuota CPNS.
Usulan masing-masing SKPD, kata Uguy, akan dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan. Ini pun belum final, sebab keputusan akhir ada pada MenPAN. "Usulan ini akan dikaji lagi oleh MenPAN. Semua bisa berubah, sesuai dengan kajian yang dilakukan pusat," ujar Uguy.
Uguy menambahkan, hingga kini BKD masih menunggu Petunjuk Teknis (Juknis) dari pusat. "Juknisnya baru saja turun dan masih di Wali Kota. Dari Juknis ini baru akan kita ketahui sampai kapan kesempatan bagi SKPD untuk memasukkan usulan," tambahnya.
Ia mengatakan, pihaknya menargetkan 520 kuota yang akan diusulkan ke BKD. ôKami masih membuka kesempatan bagi SKPD yang akan memasukkan usulan," ucap dia.
Di sisi lain, sejumlah warga mulai tak sabar menanti kepastian formasi dan jadwal penerimaan CPNS tahun 2010. "Kami ingin tahu jurusan apa saja yang dibutuhkan," ujar Dita, warga Talete. Ia berharap, Pemko membuka kesempatan bagi lulusan S1 dengan bidang ilmu Fisika.
sumber:www.tribunmanado.co.id
Sebab, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tomohon memprioritaskan kebutuhan pegawai di tingkat kelurahan. "Ini memang diprioritaskan sejak tahun lalu namun jatah SMK yang diberikan kurang dari yang dibutuhkan," ujar Kepala BKD Tomohon Alex Uguy, Kamis (04/03/10) kemarin.
Tahun ini pihaknya menargetkan 250 kuota untuk lulusan SMK. Jatah 250 kuota ini, kata dia, belum termasuk jatah 10 persen untuk lulusan SMA. "Jatah 10 persen untuk SMA itu sudah pasti. Ini tidak bisa ditawar lagi," tegas dia.
Namun, BKD tetap menunggu usulan formasi dari masing-masing SKPD, untuk dikaji dalam penyusunan formasi yang nantinya dibawa ke Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (MenPAN). "Sampai saat ini baru tujuh SKPD yang memasukkan usulan," tutur dia.
Tujuh SKPD tersebut adalah (BKKBN), Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud), Badan Lingkungan Hidup (BLH), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora), Dinas Kesehatan dan Sosial (Dinkesos), Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Perpustakaan Daerah.
BKKBN meminta 21 kuota CPNS, Disparbud mengusulkan enam kuota, BLH meminta enam kuota, Dikpora meminta 68 jatah guru, Dinkesos meminta 105 kuota, BPB meminta 57 kuota, Perpustakaan Daerah meminta enam kuota CPNS.
Usulan masing-masing SKPD, kata Uguy, akan dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan. Ini pun belum final, sebab keputusan akhir ada pada MenPAN. "Usulan ini akan dikaji lagi oleh MenPAN. Semua bisa berubah, sesuai dengan kajian yang dilakukan pusat," ujar Uguy.
Uguy menambahkan, hingga kini BKD masih menunggu Petunjuk Teknis (Juknis) dari pusat. "Juknisnya baru saja turun dan masih di Wali Kota. Dari Juknis ini baru akan kita ketahui sampai kapan kesempatan bagi SKPD untuk memasukkan usulan," tambahnya.
Ia mengatakan, pihaknya menargetkan 520 kuota yang akan diusulkan ke BKD. ôKami masih membuka kesempatan bagi SKPD yang akan memasukkan usulan," ucap dia.
Di sisi lain, sejumlah warga mulai tak sabar menanti kepastian formasi dan jadwal penerimaan CPNS tahun 2010. "Kami ingin tahu jurusan apa saja yang dibutuhkan," ujar Dita, warga Talete. Ia berharap, Pemko membuka kesempatan bagi lulusan S1 dengan bidang ilmu Fisika.
sumber:www.tribunmanado.co.id
Labels:
Penerimaan
Dewan Kota Tomohon Beri Apresiasi Positif ke BKD
TRIBUN, TOMOHON-Komisi A DPRD Tomohon memberi apresiasi langkah BKD Tomohon yang memberi SKPD untuk memasukkan usulan formasi sesuai kebutuhan masing-masing SKPD. "Ini langkah maju, supaya formasi yang nantinya ditetapkan sesuai dengan apa yang dibutuhkan," kata Ketua Komisi A DPRD Tomohon Paulus Sembel, Kamis (04/03/10) kemarin.
Ia juga berharap, hal ini disambut baik setiap SKPD dengan pro aktif memasukkan usulan formasi yang mengacu pada kebutuhan masing-masing.
Ia berharap, BKD akan melakukan kajian matang sehingga kebutuhan PNS di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Tomohon bisa terpenuhi.
Paulus juga meminta setiap SKPD memaksimalkan kinerja. "Jangan hanya bertambah secara kuantitas tapi kualitas pelayanan dikeluhkan masyarakat. Semua harus berimbang," tegas dia.
sumber: www.tribunmanado.co.id
Ia juga berharap, hal ini disambut baik setiap SKPD dengan pro aktif memasukkan usulan formasi yang mengacu pada kebutuhan masing-masing.
Ia berharap, BKD akan melakukan kajian matang sehingga kebutuhan PNS di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Tomohon bisa terpenuhi.
Paulus juga meminta setiap SKPD memaksimalkan kinerja. "Jangan hanya bertambah secara kuantitas tapi kualitas pelayanan dikeluhkan masyarakat. Semua harus berimbang," tegas dia.
sumber: www.tribunmanado.co.id
Wednesday, March 3, 2010
Rekrutmen CPNS 2010 Kota Bitung, Dijadwalkan Juni
Bitung - Pelaksanaan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di tahun 2010 untuk Kota Bitung nampaknya tinggal beberapa bulan lagi. Hal ini diperkuat dengan adanya kuota dari Badan Kepegawaian Negara (BKN)RI yang telah memberikan formasi CPNS di BKDD Kota Bitung.
Hal ini dibenarkan Kepala Badan Kepegawaian Diklat Daerah (BKDD) Ferdinand Tangkudung SIP MSi kepada koran ini, Selasa (02/03) kemarin.
Dikatakan Tangkudung bahwa formasi tersebut telah diterimanya pada beberapa minggu lalu. Dan dari informasi tersebut telah memberikan signal bahwa pelaksanaan pembukaan penerimaan CPNS akan berlangsung pada pertengahan tahun ini, yaitu pada bulan Juni mendatang.
Lebih lanjut dikatakan Tangkudung, meski ini masih bersifat signal namun pihaknya akan bersiap-siap dalam melaksanakan penerimaan CPNS tersebut. “Untuk itu saya mengimbau kepada warga yang ingin mengikuti seleksi ini, untuk mulai saat ini bersiap-siap untuk belajar agar di hari pelaksanaan nanti sudah semakin mapan,” tandasnya.
Meski demikian disampaikan Tangkudung, saat ini juga pihaknya telah mengusulkan kuota penerimaan CPNS sebanyak 359 orang. “Jumlah tersebut yang pasti belum paten, karena tentunya akan ada penggodokan oleh pihak BKN dalam menyukseskan akan usulan jumlah yang telah kami kirim,” tandasnya.
sumber: www.hariankomentar.com
Hal ini dibenarkan Kepala Badan Kepegawaian Diklat Daerah (BKDD) Ferdinand Tangkudung SIP MSi kepada koran ini, Selasa (02/03) kemarin.
Dikatakan Tangkudung bahwa formasi tersebut telah diterimanya pada beberapa minggu lalu. Dan dari informasi tersebut telah memberikan signal bahwa pelaksanaan pembukaan penerimaan CPNS akan berlangsung pada pertengahan tahun ini, yaitu pada bulan Juni mendatang.
Lebih lanjut dikatakan Tangkudung, meski ini masih bersifat signal namun pihaknya akan bersiap-siap dalam melaksanakan penerimaan CPNS tersebut. “Untuk itu saya mengimbau kepada warga yang ingin mengikuti seleksi ini, untuk mulai saat ini bersiap-siap untuk belajar agar di hari pelaksanaan nanti sudah semakin mapan,” tandasnya.
Meski demikian disampaikan Tangkudung, saat ini juga pihaknya telah mengusulkan kuota penerimaan CPNS sebanyak 359 orang. “Jumlah tersebut yang pasti belum paten, karena tentunya akan ada penggodokan oleh pihak BKN dalam menyukseskan akan usulan jumlah yang telah kami kirim,” tandasnya.
sumber: www.hariankomentar.com
Labels:
Penerimaan
Tahapan Rekrutmen CPNS 2010 Dimulai
MANADO— Pemerintah dipastikan melakukan rekrutmen CPNS 2010 ini. Buktinya, Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah mengirimkan surat Nomor K26.30/V.21-9/99 tentang Pedoman Penyusunan Usulan Formasi CPNS 2010, tertanggal 28 Januari 2010, ke seluruh pemerintah daerah dan kementerian/lembaga.
“Kami sudah menerima surat dari BKN itu. Surat itu sebagai pedoman atau petunjuk teknis untuk pengusulan formasi CPNS 2010. Semua daerah dapat surat itu,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulut Jeffrey Korengkeng, kemarin.
Kepala BKD Minsel Drs Rolly Karamoj juga demikian. “Tahapannya memang sudah akan dimulai, sesuai dengan surat dari BKN itu,” ujarnya. Menurutnya, tahapan awal yang akan dilakukan sesuai instruksi BKN yaitu melakukan pendataan kebutuhan kepegawaian di daerah.
Korengkeng menambahkan, Pemprov Sulut kemungkinan sudah takkan mengusulkan formasi yang banyak seperti 2009 lalu. “Yang paling dibutuhkan sekarang adalah tenaga kesehatan seperti fisioterapi, dan dokter yang tidak terisi tahun lalu,” kata Korengkeng.
Bagaimana lulusan SMA untuk mengakomodir kebutuhan di Pol PP? “Nanti kita kaji lagi,” ujar Korengkeng. Formasi lain seperti teknisi komputer dan tenaga penatausahaan keuangan (jurusan akuntansi), yang awalnya paling dibutuhkan, kini dirasa sudah cukup.
Sejumlah daerah justru ‘membidik’ khusus formasi SMA, yang ditentukan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (MenPAN) paling tinggi 10 persen dari total usulan formasi. “Kalau bisa prioritaskan tenaga honda dan tenaga kontrak, bahkan juga diutamakan yang dengan lulusan SMA,” tegas Bupati Minsel Ramoy Luntungan. Makanya dia langsung menginstruksikan BKD untuk melakukan kajian atas surat dari BKN tersebut.
Karamoj menambahkan, saat ini sedang dilakukan pendataan soal tenaga honorer, dan kebutuhan formasi lainnya. “Yang diutamakan sekarang ini adalah tenaga honor yang sudah lama mengabdi di Minsel,” tegas Karamoj.
Pemkot Tomohon malah sudah jelas menyatakan akan menerima lulusan SMA, sesuai kuota 10 persen. BKD untuk sementara sedang mengkaji 539 formasi yang bakal diusulkan ke MenPAN. Yakni, usulan Diknaspora sejumlah 70, BKKBN 9 formasi, Disparbud 7 formasi, dan Dinkesos 101. BKD juga mengusulkan 8 orang untuk kelurahan, jadi ada 352 orang yang dibutuhkan untuk penempatan sebagai tenaga administrasi di kelurahan. “Mungkin ada sekira 50-an formasi yang akan diisi lulusan SMA,” kata Kepala BKD Tomohon Drs Alex Uguy. Dia mengatakan, tenaga administrasi di setiap kelurahan akan diprioritaskan bagi tenaga SMK dan SMA.
BKD Minut telah menerima Juknis itu sejak Senin (1/3). “Kami akan meminta usulan dari setiap SKPD selanjutnya dikirim ke MenPAN,” kata Jack Paruntu, Kabid Pengembangan Pegawai BKD Minut, kemarin.
Sementara Bitung yang akan mengusulkan 359 orang, berdasarkan pendataan kekosongan formasi 2009 dan tambahan 2010. Sekkot Bitung Max Lomban mengungkapkan, dalam usulan nanti, kemungkinan besar Bitung memprioritaskan lulusan SMK. “Untuk menghasilkan tenaga siap pakai,” ujar Lomban. Sedangkan untuk tenga kesehatan akan banyak direkrut karena Bitung kekurangan apoteker, perawat, dan dokter.
Kepala BKDD Bitung Ferdinand Tangkudung mengaku, dalam Juknis BKN itu banyak data yang diminta yang berhubungan dengan dengan kondisi kepegawaian daerah diantaranya pangkat, golongan, struktur dan profil daerah sebagai bahan kajian untuk pusat dalam menyetujui jumlah CPNS yang akan diterima.
Sedangkan BKD se- Bolmong Raya mengaku belum menerima Juknis dari BKN itu. “Tapi dari jauh hari kami sudah melakukan kajian formasi CPNS yang akan diusulkan ke MenPAN,” kata Kabag BKD Boltim Darwis Lasabuda.
sumber: www.mdopost.com
“Kami sudah menerima surat dari BKN itu. Surat itu sebagai pedoman atau petunjuk teknis untuk pengusulan formasi CPNS 2010. Semua daerah dapat surat itu,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulut Jeffrey Korengkeng, kemarin.
Kepala BKD Minsel Drs Rolly Karamoj juga demikian. “Tahapannya memang sudah akan dimulai, sesuai dengan surat dari BKN itu,” ujarnya. Menurutnya, tahapan awal yang akan dilakukan sesuai instruksi BKN yaitu melakukan pendataan kebutuhan kepegawaian di daerah.
Korengkeng menambahkan, Pemprov Sulut kemungkinan sudah takkan mengusulkan formasi yang banyak seperti 2009 lalu. “Yang paling dibutuhkan sekarang adalah tenaga kesehatan seperti fisioterapi, dan dokter yang tidak terisi tahun lalu,” kata Korengkeng.
Bagaimana lulusan SMA untuk mengakomodir kebutuhan di Pol PP? “Nanti kita kaji lagi,” ujar Korengkeng. Formasi lain seperti teknisi komputer dan tenaga penatausahaan keuangan (jurusan akuntansi), yang awalnya paling dibutuhkan, kini dirasa sudah cukup.
Sejumlah daerah justru ‘membidik’ khusus formasi SMA, yang ditentukan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (MenPAN) paling tinggi 10 persen dari total usulan formasi. “Kalau bisa prioritaskan tenaga honda dan tenaga kontrak, bahkan juga diutamakan yang dengan lulusan SMA,” tegas Bupati Minsel Ramoy Luntungan. Makanya dia langsung menginstruksikan BKD untuk melakukan kajian atas surat dari BKN tersebut.
Karamoj menambahkan, saat ini sedang dilakukan pendataan soal tenaga honorer, dan kebutuhan formasi lainnya. “Yang diutamakan sekarang ini adalah tenaga honor yang sudah lama mengabdi di Minsel,” tegas Karamoj.
Pemkot Tomohon malah sudah jelas menyatakan akan menerima lulusan SMA, sesuai kuota 10 persen. BKD untuk sementara sedang mengkaji 539 formasi yang bakal diusulkan ke MenPAN. Yakni, usulan Diknaspora sejumlah 70, BKKBN 9 formasi, Disparbud 7 formasi, dan Dinkesos 101. BKD juga mengusulkan 8 orang untuk kelurahan, jadi ada 352 orang yang dibutuhkan untuk penempatan sebagai tenaga administrasi di kelurahan. “Mungkin ada sekira 50-an formasi yang akan diisi lulusan SMA,” kata Kepala BKD Tomohon Drs Alex Uguy. Dia mengatakan, tenaga administrasi di setiap kelurahan akan diprioritaskan bagi tenaga SMK dan SMA.
BKD Minut telah menerima Juknis itu sejak Senin (1/3). “Kami akan meminta usulan dari setiap SKPD selanjutnya dikirim ke MenPAN,” kata Jack Paruntu, Kabid Pengembangan Pegawai BKD Minut, kemarin.
Sementara Bitung yang akan mengusulkan 359 orang, berdasarkan pendataan kekosongan formasi 2009 dan tambahan 2010. Sekkot Bitung Max Lomban mengungkapkan, dalam usulan nanti, kemungkinan besar Bitung memprioritaskan lulusan SMK. “Untuk menghasilkan tenaga siap pakai,” ujar Lomban. Sedangkan untuk tenga kesehatan akan banyak direkrut karena Bitung kekurangan apoteker, perawat, dan dokter.
Kepala BKDD Bitung Ferdinand Tangkudung mengaku, dalam Juknis BKN itu banyak data yang diminta yang berhubungan dengan dengan kondisi kepegawaian daerah diantaranya pangkat, golongan, struktur dan profil daerah sebagai bahan kajian untuk pusat dalam menyetujui jumlah CPNS yang akan diterima.
Sedangkan BKD se- Bolmong Raya mengaku belum menerima Juknis dari BKN itu. “Tapi dari jauh hari kami sudah melakukan kajian formasi CPNS yang akan diusulkan ke MenPAN,” kata Kabag BKD Boltim Darwis Lasabuda.
sumber: www.mdopost.com
Labels:
Penerimaan
Subscribe to:
Posts (Atom)
